Selasa, 31 Maret 2020

coba lagi


Teguh.Qi - Sharing Forever
Selasa, 31 Maret 2020
Minggu, 22 Maret 2020

Antara Dhamma Dan Corona
A letter from A seeker ( Sepucuk Surat dari Seorang Seeker )
dari : disket memory Updated Parama Dharma
( 22 Maret 2020 – 29 Maret 2020 ? )

Bekerja dan belajar di rumah diperpanjang 1 (satu) minggu lagi. Antisipasi social distancing untuk mengatasi virus corona global di seluruh dunia hingga pelosok daerah diberlakukan. Hal ini membatasi kontak social dalam drama kosmik kehidupan sebagai figur multi-peran sebagaimana biasanya. Kecemasan akan terinfeksi penularan, menjadi sakit dan kemudian berujung kematian merebak di segenap pelosok negeri. Kehebohan duniawi dalam aneka ragam skenario permainannya yang biasa dilakukan berubah secara authentik menjadi kepanikan. Memang naif dan liarnya kelaziman tranyakan (keterpedayaan yang bukan hanya mungkin memperdayakan sesama namun pastinya akan berdampak kepada diri sendiri sesuasi konsekuensi logis kaidah kosmik permainan keabadian yang disebut kehidupan ini) menjadi berkurang namun arif dan baiknya aktualisasi harmonis holistik kebersamaan dan kesemestaan (keberdayaan untuk senantiasa saling memberdayakan dalam kebenaran dengan kebijakan untuk kebajikan) juga akan menjadi terhalang. Corona bisa mengenai siapa saja (tidak perduli seberapa baik/buruk karakter kepribadiannya, kuat/lemah keimanannya, tulus/licik  pengharapannya, dsb). Banyak korban berjatuhan (tewas terinfeksi, sakit tertular hingga yang disinyalir sebagai orang dalam pemantauan ODP karena kontak sosial fisik dengan pasien positif) dan lockdown karantina diberlakukan. Menjadi  realistis terhadap fenomena alamiah tersebut adalah sikap dewasa dalam merespon dan mengantisipasi faktisitas yang ada secara autentik. Saling terjaga dalam keswadikaan dan saling menjaga demi kebersamaan adalah sikap bijak dalam mengamati, mengalami dan mengatasi segala problematika kehidupan dan dilematika keabadian apapun juga ... Semoga kita semua mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan ini dan mampu melampauinya dengan segala kebijaksanaan dalam keberdayaan dan demi pemberdayaan berikutnya. 
Senantiasa ada hikmah kebenaran dari setiap kenyataan yang terjadi. Ini kami ungkapkan dengan tanpa niatan sedikitpun sebagai refleksi sikap apatis (tidak tanggap atas suasana actual dan nuansa mental yang ada) apalagi memperkeruh dan memanfaatkan keadaan demi kepentingan eksistensial diri. Seorang mistisi modern Vernon Howard ada menyatakan penderitaan adalah cara alam untuk menyadarkan kepada kita untuk kembali hidup sejati sebagaimana amanah keberadaan ini harusnya. Penderitaan yang dirasakan cukup ekstrem terkadang bisa menjadi shock theraphy yang lebih meningkatkan attensi perhatian kita yang cenderung kurang begitu responsive terlenakan keberadaan diri yang relative tampak biasa saja (kemampuan bertahan atas kesengsaraan yang wajar walaupun terkadang dengan keterpaksaan untuk ikhlash menerima).Ada yang kurang tepat dari diri kita dalam mensikapi dan bereaksi sebelumnya (mengumbar keinginan untuk memperoleh kebahagiaan dan meradang kekesalan kala belum merasa cukup/layak dalam mendapatkan) sehingga cara kita menjalani kehidupan ini menjadi tidak bijak dalam memandang secara obyektif Realitas kebenaran dibalik fenomena kenyataan yang ada. Corona yang hadir sebagai media pembelajaran kehidupan dipandang sebagai  teror yang mencemaskan tampaknya cukup mampu merobek topeng semu dari kebodohan naif dan pembodohan liar kita selama ini atas keberadaan penderitaan yang kita tutupi dalm selimut kebahagiaan. Ada dukkha tersirat dalam drama kosmik samsara ini ... perlu panna kebijaksanaan bukan hanya untuk menghadapi namun melampauinya mungkin itu makna tersirat dibalik senyum holistik sita hasitupada rupang kebuddhaan atas kesedemikian homeostatis dari delusi living kosmos mandala advaita ini. Walau dalam label eksistensial saya sesungguhnya bukanlah Buddhist (atribut keberadaan lahir /hadir eksistensial yang digariskan kehidupan saat ini) namun saya harus mengakui sangat interest pada Buddhisme. Ada keunikan yang menarik dari arus Uncommon Wisdom pandanganNya sebagai Dhamma Kosmik yang tidak mudah menyatakannya sebagai agama biasa tidak juga bahkan mistik esoteris.
Buddha menyatakan kehidupan ini tidak pasti namun kematian ini pasti namun sayangnya kita manusia sebagian besar tak tercerahkan dan menjadikan alam apaya seakan rumah baginya (semakin terjebak dalam keterlelapan mimpi chaotik samsara bukan nibbana keterjagaan sebagai ariya sebagaimana seharusnya) dikarenakan notion pandangan, frekuensi kecenderungan dan konsekuensi tindakannya. Keberadaan sebagai manusia di mayapada dunia ini memang tidaklah seindah surga Devata kamavacara atau semulia jhana moksha para Brahma, namun demikian walaupun tidaklah sekondusif wilayah antara suddhavasa tetapi keberadaan mediocre ini justru bisa menjadi effektif bagi pertumbuhan dan perkembangan spiritualitasnya jika cukup reseptif menghayati, menjalani dan melampauinya secara benar , sehat dan tepat … tidak hanyut dalam arus eksistensi namun tidak juga teralienasi..
Well, mungkin inilah saatnya bagi kami untuk berbagi bukan lagi sebagai "persona" sebagaimana figur yang seharusnya diperankan (sebagai seorang manusia yang lahir dan hadir di dunia ini dengan segala atribut eksistensial yang ada) namun sebagai sesama zenka "seeker" yang terbang menjelajahi cakrawala pengetahuan keabadian dalam kehidupan ini dengan dua sayap paradoks keterbukaan dan keterjagaan atas dualisme kenyataan menjaga keberimbangan, menjalani keswadikaan dan menggapai kebijaksanaan sebagaimana harusnya ….Sayang sekali walau mungkin cukup sarat akan wawasan pengetahuan namun sangat minim dalam penempuhan sehingga tiada layak dalam tataran penembusan yang seharusnya bisa dicapai. Ini tidak hanya membuat kami risih namun juga riskan. Apalagi bahasan spiritulitas ini tentunya akan menyerempet (melanggar ?) masalah yang bukan hanya sangat krusial namun juga sangat sensitive bukan hanya bagi para Neyya Buddhist namun juga umat agama lain termasuk (terutama?) saudara muslim kami. Disamping kami harus menjaga logika, bahasa dan etika dalam penyampaiannya tampak sangat perlu moderasi keterbukaan pengertian untuk tidak salah faham akan orientasi niatan kami dan juga sikap kritis keterjagaan penalaran anda semua jika memang ada kesalahan pandangan yang kami ajukan. Ini hanyalah kontribusi pandangan untuk memperluas pandangan kita dengan tanpa maksud sama sekali untuk meng-konversi diri sendiri ataupun orang lainnya ke suatu ajaran tertentu namun sekedar masukan wawasan untuk kembali mentriangulasikan paradigma cara pandang kita bukan hanya dalam kehidupan duniawi ini dengan segala problematika figure eksistensial kita yang multi peran namun juga demi keberlanjutan kita mensiagakan diri dengan segala keberdayaan yang diperlukan untuk menghadapi segala dilematika kemungkinan yang ada (bahkan jika itupun ternyata berbeda sama sekali dengan yang telah kita yakini dan persiapkan selama ini). Pada intinya nanti walau dalam leveling pemilahan memang perlu adanya kebaikan untuk melayakkan taraqqi yang lebih baik namun dalam labeling tidak ada yang perlu merasa direndahkan/ ditinggikan karena memang demikianlah desain keberadaan kasunyatan ini memang harusnya/nyatanya tergelar. Segalanya terlingkup sebagai aneka dvaita pelangi kenyataan dari cahaya advaita mentari kebenaran dalam living kosmos kesemestaan homeostatis tunggal yang sama … amala, avimala (prajna paramita hrdaya sutra). 
Tanpa maksud mengeluh ... virus ternyata tidak menyerang dan menyusahkan kita manusia (seperti corona ini ). Kemarin malam komputer inipun terserang virus eksternal ransomware npsk dari internet (sejumlah data file terinfeksi dan terbungkus ekstensi tambahan npsk termasuk image ghost systemnya) ... seharian (tentu saja setelah presensi dan disela kegiatan lainnya) setelah tampaknya belum bisa mengatasinya, reinstalisasi standar terpaksa saya lakukan ... Syukurlah malam ini bisa fresh lagi. Sepanjang hari dalam kesempatan tersebut saya kembali memikirkan data tersebut. Mungkin ada baiknya tidak sekedar tersimpan di hard disk internal komputer atau flash disk dan hard disk eksternal yang tersisa (tinggal 2 flash disk dan 1 HDD eksternal kecil dari banyak yang rusak tidak detect terbaca data pekerjaan, selingan dan penjelajahan untuk diselamatkan). Cloud internet mungkin adalah alternatifnya. Google Drive dan Cloud lainnya bisa digunakan sebagai media penyimpanan , sementara Blog dan Vlog bisa menjadi media penyampaian. Well, jangan irrasional ... sesungguhnya baik buruknya kita tidak ditentukan sebagaimana baik buruknya dunia (peristiwa kehidupan atau orang lain) perlakukan kepada kita, tetapi sebagaimana baik buruknya kita memperlakukan dunia (peristiwa kehidupan atau orang lain). Atthika Kamma. Walaupun tetap prihatin dengan perlakuan/kelakuan dari kejadian tersebut namun terima kasih kepada Niyama Dhamma yang telah menjadikan ini sebagai media kesabaran dan kesadaran berikutnya. Kita hanya layak mendapatkan apa yang kita berikan. Berkah potensi tersebut memang haruslah dilayakkan tidak mungkin hanya sekedar diharapkan. Dan untuk itulah saya merasa perlu berbagi (kebajikan akan kebijakan,kebijakan untuk kebajikan). Bukan dengan mengharapkan untuk kepamrihan  balasan (yang potentially sudah pasti) namun demi meniscayakan keniscayaan (yang selayaknya terjadi).  
Posting ini semula saya rencanakan untuk isi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat hingga berakhirnya kebijaksanaan distansi sosial korona yang diberlakukan pemerintah, kedinasan dan lingkungan masyarakat. satu posting dalam satu minggu mungkin sudah cukup. Namun tampaknya dikarenakan ribet dan sulitnya mengkomunikasikan mungkin harus dimoderasi untuk durasi yang lebih lama. Plus data penjelajahan bisa kami reload bagi yang membutuhkan. Mungkin harus tiga posting ... untuk artikel ini, untuk upload karya diri dan reload karya sesama .... (cloud drive untuk penyimpanan dan link penyampaian harus dibuat dulu). Baiklah secara simultan 3 (tiga) hal ini harus dilakukan. 
Diposting oleh Dhamma Sharing di 01.17 Tidak ada komentar: Link ke posting ini

BLOG :
Link Blog Vlog Ebook Buddhisme
Link File : Google Drive / Blog Direct ?
Cara cepat spt blog pro ? Klik link IDM : Download IDM  Integration Module ( Download all link with IDM – html ) ?
https://archive.org/details/@teguh_qi above all cloud drive  (bisa aneka file/folder  besar termasuk rar/iso/all, tdk ribet free access no profit without redirect/ members, tinggal akses link ?)  
Seribu wajah mencari celah ?
MONOLOG 
DS           : Hei,,, lama bener,
MS          :  Bagi tugas
TQ          : TQ (Thank you)….
teguh.qi@gmail.com
dhammaseeker79@gmail.com
maxwellseeker@gmail.com
simultan = 3 data  oleh 3 diri dengan 3 alat ( netbook pribadi, PC anak, laptop istri)
I. GNOSIS = BUDDHISM, MYSTICS, WISDOM, etc
1. BUDDHISM,
Pure dhamma
ARTICLES & BLOGS
https://archive.org/download/artblogoke/ART%20BLOG%20OKE.rar
BHANTE INDONESIA
MYANMAR BUDDHISM
(RUSAK ada yang kurang, dalam proses upload macet pada file Pa Auk Sayadaw - Breakthrough Meditation)
kurangnya :https://archive.org/download/myanmarbuddhism2/myanmarbuddhism2.rar
Gabungkan folder zip/rar tadi dan ekstract filenya (sesuaikan foldernya ... )
sudah : Belum : LEDI SAYADAW, MAHASI SAYADAW, MOGOK SAYADAW, ASHIN TEJANIYA , BHIKKHU PESALA, OTHERS (ASHIN KUNDALABHIVIMSA,SAYADAW DHAMMASANI,SAYADAW NANDAMALA, SAYADAW U JANAKA, SAYADAW U PANDITA, etc)SAYALAY (SAYALAY DIPANKARA, SAYALAY SUSILA + OTHERS : ,AYYA KHEMA, AYYA MEDHANANDI)NOVICE : MEHM TIN MON, U HLA MYNTH, OTHERS ) juga  sudah juga 2 rar (Pa Auk Sayadaw dan Sayadaw Revata) di bawah ini)
SAYADAW REVATA
THAILAND BUDDHISM
Belum : BHANTE ( AJAHN CHAH, ANANDAJOTI BHIIKHU, LUANG POR PAMOJJO, THANISARO BHIKKHU)
FOREST DHAMMA (DICK SILARATANO, LUANG TA MAHABOWA)
BLOGS : DHAMMAKAYA : OPEN UNIVERSITY, Ebook : http://book.dou.us/dhammakaya-book-en.html
FOREIGN
AJAHN CHAH
BHANTE PUNNAJI
Blog :  SUTTA CLASS :  https://www.bhantepunnaji.com/ Proto Buddhism : http://protobuddhism.com/
Maaf  Link ini tidak berfungsi bukan karena broken tetapi kami delete. Ketika recheck download IDM ternyata ukurannya menjadi besar (2,42 GB) padahal kami upload berukuran 407 MB. Ini murni bukan kesalahan https://archive.org/ namun sepenuhnya karena kebodohan kami. (kami baru mengerti ternyata file folder jika tidak decompress sebelumya dengan ekstensi rar bisa menjadi banyak variasi file ebook sehingga kapasitasnya menjadi besar dikarenakan bertambahnya ragam varian file tsb). Sambil menunggu teruploadnya dan jadinya link rar folder tersebut  (terdiri atas :artikel, ebook  dan slides presentasi dari blog dan vlog dari Alm Bhante Punnaji dan juga Expert Novice Bro Billy Tan) link download ebook Bhante (41.4 MB) ini   
https://archive.org/download/bhantepunnaji_20200329/BHANTE%20PUNNAJI.rar
Atau langsung kunjungi link resmi Blog/ Vlog tertulis di atas. Sekali lagi mohon maaf dan harap maklum karena SDM memang sudah payah (pelapukan dalam usia senja dengan penurunan akomodasi mata, konsentrasi otak dan integrasi hati disamping jarinagan  free wifi rumah yang memang lemot dan hardware PC/NB yang terkadang sering malfungsi).  
Ini ekspresi rendah hati atau rendah diri, ya ? Ah… mungkin saja ini hanya refleksi tersirat rasionalisasi pembenaran kekurang cakapan akan kompetensi diri atau sekedar irasionalisasi pemakluman atas kekurang-layakkan atas kualifikasi postingan data ini.
EGP (Emang Gue Fikirin ?).... Lanjut.

BHANTE PUNNAJI REV
https://archive.org/download/bhantepunnajirev_202004/BHANTE%20PUNNAJI%20REV.rar
Finally, akhirnya .. walau agak ulet file ini bisa juga diupload dan siap didownload.

belum : BHANTE VIMALARAMSI, BHANTE DHAMANANDA, BHANTE DHAMMAVUDDHO , THICH NHAT HANH, etc
SRILANGKA
etc
WESTERN
Belum : AJAHN BRAHM,  AJAHN BRAHMALI, BHANTE BUDDHADASA, BHIKKHU BODHI, THICH NHAT HANH
TIBETAN
Belum : BHANTE  (DALAI LAMA, CHOGYAM TRUNGPA, GESHE GYATSO,OTHERS, THUBTEN CHODRON)
BLOGS ( ENG = PROMENIE,INA =  KADAM CHOELING)
NOVICE
ALL : TY LEE
ENG :PIYA TAN,  SN GOENKA, TINY BUDDHA, ERIC VAN HORN,FEMALE
INA : (JMB 8, ROMO SURYA WIDYA,TEDDY, ETC)
OFFSET :
Ebook Indonesia : DhammaCitta, Sariputta, Ehipasiko etc
Ebook Inggris : Buddhanet, Dhammadownload, etc
POSTING BLOG
Bahasa Indonesia : Hermanuhadi, Tanhadi, Chan Yan, Ratna Kumara, Wirajhana Eka,

Bahasa Inggris :
Lainnya
Bhavachakra
LAINNYA =ANEKA EBOOK
TIPITAKA
DhammaCitta, Wirajhana Eka,
ABHIDHAMMA
Pandit J Kaharudin(alm), Romo Rudy , DBS,
VISUDDHI MAGGA
Pali, English,Indonesia
MYSTICISM
Osho
Sant Mat Radha Soami
Yoga

WISDOM

ICT
SOCIAL
PENDIDIKAN
1. Sample Thesis :  Thesis Magister – Formula Excel – Presentasi Power Point  - Journal Ilmiah
https://archive.org/download/thesistqoke/THESIS%20TQ%20OKE.rar


Upload Lainnya : Link Google Drive  / Archive.org !
1. Sample Thesis :  Thesis Magister – Formula Excel – Presentasi Power Point  - Journal Ilmiah   
2. Dinas Guru :  Sample Bermutu – Garapan Daring – Dokumen 1 K13 – Formula Nilai
3. Tugas Sosial : BPD Domas - PPS Pemilu – Halaqah Imamah –

Walau memang belum sempurna seperti blogger pro namun dengan segala keterbatasan dan pembatasan yang ada tampaknya inipun sudah cukup memadai sesuai rencana ... mempermudah para seeker lainnya mengakses & download data secara bebas tidak ribet. Fikiran dan tindakan seperti gema yang akan kembali lagi ke sumbernya. Tak perlu mempersulit lainnya untuk tidak mempersulit diri sendiri nantinya.
Tinggal Klik link IDM pada webpage : Download IDM  Integration Module ( Download all link with IDM – html ). Pilih atau ambil semuanya (untuk dipilah nantinya : hikmah ilmiah digunakan - limbah sampah diabaikan ...  tanpa perlu harapan / keharusan untuk pujian ,  tidak juga kekesalan / kecemasan untuk makian ). Que sera sera pantha rei ... Apapun yang terjadi terjadilah . Biarkan semuanya mengalir apa adanya.  
Posting Blog
Link Blog : Teguh.Qi - Sharing Forever
Link File : Doc – Pdf  ?
1. Sumbang Saran Manajemen Netbook ( doc - pdf ) belum selesai
2. 3 Pribadi Inspiratif 2013ku  ( doc - pdf ) sudah selesai
3. Pilpres Jokowi 2014 ( doc - pdf ) sudah selesai 
4. Dhamma ? ( doc - pdf ) baru mulai 

Posting Vlog
Link Vlog : Teguh Kiyatno
Upload / Reload + Reupload
1. Bhante Pannavaro _ Dhammadhipateyya
Reload : Bhante Pannavaro _ Kebaikan Teruji dan Terpuji (Wejangan TV)
2. Moez Masoud_The Message of Islam
Reupload : fatimafrah : The True Message of Islam
3. Polina Gagarina _ A Million Voices
( Hunnan TV : 纯享版】波琳娜 Polina GagarinaA Million Voices》《歌手2019》第6 Singer 2019 EP6【湖南卫视官方HD
Reupload : Creations DIR 2 : Polina Gagarina - A Million Voices (Lyrics)
 https://www.youtube.com/watch?v=tCLubFq2PAk
4. Bhante Pannavaro_Vimutti Pencerahan Magandiya
Reload : Bhante Pannavaro _ Kebebasan (Wejangan TV)
Plus :Komentar Vlog TQ :
Magandiya Sutta (teks Pali – Indonesia ) Blog Chan Yan
Bahasan Magandiya Sutta (bahasa Inggris ) Blog Piya Tan
5. SECRET (LOA Wisdom)
Reupload dari ?Diblokir sebagian (bukan teguran hak cipta ?)
Kebijakan pemilik hak cipta Diblokir di beberapa wilayah
Konten ditemukan di 26:5645:54 Pemilik hak cipta GravitasVOD
Welcome to the earth  "1:24:591:26:52"
6. Awaken Samadhi Trailer
Reupload dari Samadhi - Film Trailer [9 minute excerpt from film] AwakenTheWorldFilm
7. Gaiea Sanskrit _ Madalasa Upadesha
Reupload dari SANSKRIT SONG from The Mārkaṇḍeya Purāṇa
versi Indonesia
Nyanyian Sansekerta Bahasa Divine Wejangan Maha-Yogi Rsi Markandeya







Rabu, 25 Maret 2020

Quo Vadis ?

QUO VADIS ?
(baru mulai sketsa konsep - belum jadi )

PROLOG
Hikmah Corona ? Positif ~ Negatif

Prakata :
“We are not human beings having a spiritual experience.
We are spiritual beings having a human experience.”
― Pierre Teilhard de Chardin
Demikian quotes terkenal Piere Chardin (bukan Deepak Chopra .. maaf)
Ulasan 
kita sesungguhnya bukanlah sekedar manusia yang menjalankan tugas spiritual namun sesungguhnya kita adalah makhluk spiritual yang menjalani peran sebagai manusia.


Bahasan : Seeker 
I say that madness is the first step towards unselfishness. 

Be mad, Meesha. Be mad and tell us what is behind the veil of ”sanity,” 

The purpose of life is to bring us closer to those secrets, and madness is the only means. 

Be rnad, and remain a mad brother to your mad brother. 
"Aku berkata bahwa kegilaan adalah langkah pertama menuju sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Jadilah gila, Misha. Jadi gilalah kau dan katakan padaku apa yang ada di balik selubung "kesehatan jiwa".
Tujuan hidup ini ialah membawa kita lebih dekat kepada segala rahasia itu,
dan kegilaan itu adalah satu-satunya jalan.

 Jadilah gila, dan tetaplah menjadi seorang saudara yang gila bagi saudaramu yang gila

 penggalan sepucuk surat dari Pujangga Libanon Khalil Gibran kepada sahabatnya, Mikhail Naimy.
Ulasan  
(sadar terjaga namun wajar bersama )

Penutup : Sekha   

The unexamined life is not worth living"
Hidup yang tak teruji tak layak dijalani
Socrates
Ini adalah sebuah diktum terkenal yang tampaknya diucapkan oleh Socrates pada pengadilannya atas tuduhan menentang dewa dan merusak generasi muda, yang kemudian membuatnya dijatuhi hukuman mati, seperti yang dijelaskan dalam Apologi Plato .
Ulasan

Monolog :
Dialektika Triade Hegel : Thesis – Antithesis – Synthesis (ada - tiada - menjadi; 
apersepsi + referensi = refleksi 

1.      Thesis : (Buddha Dhamma.)
Prakata :
Mahatma Buddha  mencapai pencerahan terdalam adiduniawi  manusia  1 > Brahma 20 > Dewata 6 > Apaya 4 ?) 
Bahasan :
Pengantar Buddhisme
Paradigma Simsapa :
Risalah Tipitaka – Teparinama Anupubikata
Buddha tampaknya memang sadar, cakap dan layak dalam melalui permainan delusive samsara
Acinteya Udumbara  :
Sumedha - Anagami Brahma Sahampati - Sita Hasitupada – Udumbara Mahakasyapa -
Buddha tampaknya juga faham akan labeling dan leveling mandala advaita  

 Analisis Buddhisme  :
Siklus Dhamma ( Dhamma kosmik – Mistik Esoterik – Agama Tradisi - addhamma ?)
Kemunduran Buddhisme (kappa turun/ sunyakalpa?) : Bukan sekedar statistik populasi ? 
namun juga pergeseran saddha ehipasiko tiratana (mis-identifikasi, mis-imaginasi, mis-eksploitasi)
jangan bodoh dan membodohi : Ovada Patimokha vs MLD (moha – lobha – dosa ) :
 Ariya Vihara > Dhamma  Vihara (Dibba  Kusala/ Jhana Brahma) > Apaya Vihara (MLD ) : 
Ariya Buddha sebagai personal god ?
Hakekat KeIlahian :  
Level KeIlahian ? (advaita > dvaita : Buddha ? - Brahma – Dewata – Asura -Atta ? ) 
~ Moksha Sikh mysticism sant mat : Niranjan - Brahm - Par Brahm - sohang - sat purush (Anenja Brahma ?)
Buddhism : Brahmajala sutta , kasus Brahma Baka , etc. 
Jangan lakukan kebodohan ketidak-pantasan  dengan pembodohan mengharapkan/mengusahakan kejatuhan yang terjaga untuk kembali tertidur bermimpi. (tuhan bukan bemper kebodohan/kemanjaan diri, media katarsis psikologis /transaksi pencitraan   dan kloset pembenaran pemfasikan/ kezaliman kepada lainnnya).Perlu kebijaksanaan universal. keperwiraan eksistensial, dan  keberdayaan transendental dalam spiritualitas. 
rakit dhamma sebagai dogma ?
Hakekat Kebenaran : 
Sutta Nipata hanya persepsi pandangan dari kebenaran ? (keberdayaan untuk memastikan >kepercayaan hanya meyakini).
Sebenar apapun pandangan itu konsep wawasan yang diyakini belum tentu dijalani apalagi tataran yang dicapai.
kebijaksanaan perspektif positivis pragmatis : Keberdayaan penempuhan autentik > pelekatan pandangan fanatic
Be realistics to realize the Real (peniscayaan bagi kesadaran & kewajaran demi keniscayaan ) 
sangha samana sebagai agen  ?
Brahmana / ulama / pendeta
Hakekat kekuasaan ?: wille zur mach 
Sangha samana replika suddhavasa bagi pencapaian nibbana,ladang kebajikan dan pembimbing umat awam terhindar dari alam apaya (alobha,adosa,amoha),memandu jalan ke surga (sila),mencapai jhana(samadhi) plus nibbana (panna) jika memang reseptif & kondusif juga.
sebatas pembabar/pembimbing Dhamma X penyebar/pemanfaat agama (ambisi ekspansif, agresi provokatif, manipulasi standar ganda ?)
Intinya tempuh jalan ariya sebagai ariya secara ariya.(Aktualisasi keberdayaan x Eksploitasi kesakralan )
Penutup :
secara tersirat Buddhisme positif merealisasikan sikap batin Ariya agar Addukha secara benar, tepat dan sehat (walau tersurat seakan negatif dalam konsep dukkha ) : Nivritti holistic > positive > negative  (swadika keterjagaan > nekhama melepas  kemelekatan > nibida kejijikan pelekatan). peniscayan kesadaran  untuk meniscayakan  kewajaran dalam melampaui (pelatihanan sila vinaya  / bhavana penembusan / magga phala kesucian ) walau tidak teralienasi menjauhi sebagai mistik tidak sekedar survive menjadi tradisi agama apalagi ekspansif bahkan secara addhama - kecenderungan papanca dhamma ). Keberdayaan keberimbangan kebijaksanaan untuk menerima, mengasihi dan melampaui segala dualitas fenomena untuk pelayakan.

2.   Anti-Thesis : ( Parama Dhamma ?)
Prakata :
Osho (Esoteric psychology ) : setelah nibbana adalah advaita ? 
Advaita melampaui dvaita (termasuk nibbana yang melampaui samsara ? )
Bahasan :
Pengantar Advaita  (postulasi progress konsep ??? <  autoritas realisasi insight ?!)
Mandala Advaita :
Desain Kesedemikianan > kesunyataan > keberadaan
Advaita ? samsara tidak diketahui (~ fase Dhyana/Dhamma advaita BrahmaVidya KeIlahian kosmik (udana : ajatang dst )
Simsapa ? replica kondusif  Brahma Sahampati bagi vinaya ordo mistik sangha samana + anupubikata dayaka upasaka.
Acinteya? Ariya Cakkhu  Bhante Mahakasyapa atas dhamma kosmik udumbara (translingual, transrasional, transenden)
Niyama  Vipakha  : 
Samvega kemendesakan pemberdayaan Ariya vs faktisitas keberadaan
Jalur Buddha Savaka : s/d arahata , paccekha , Buddha + kemungkinan jalur lainnya
Jalur lainnya (label) s/d ?
Jalur update (level) s/d  ?
Hssil tergantung Orientasi kesadaran  Kualifikasi kecakapan, Realisasi  kelayakan.
(namun akumulatif keabadian >kekinian - Mahakamma vibhanga sutta ? Truth Seeker)
Niyama Talenta : 
Swadika keberlanjutan peniscayaan Zenka vs keterlupaan samsarik pasca rebirth 
Orientasi kesadaran : pandangan idea benar, cara sehat dan sati tepat 
Kualifikasi kecakapan : kecerdasan intelgensi, kehandalan penghidupan, kemantapan tihetuka
Realisasi  kelayakan : kemapanan aktulisasi , kecukupan kusala parami, pencapaian meditatif etc 
Penutup :Tetap berupaya Orientasi kesadaran  Kualifikasi kecakapan, Realisasi  kelayakan,
(walau tetap menerima  akumulatif keabadian >kekinian ? - Mahakamma vibhanga sutta ! Truth Lover )

3.    Syn-Thesis : Quo Vadis ? (Sanata Dhamma)
Prakata :
Sanatana Dhamma dalam kompleksitas Realitas Fenomena 
a. Transendensi Keabadian Universal
Terjagalah ! Transendensi kehadiran demi keabadian : vs niyama dhamma via media
senantiasa ada dampak dari pandangan, tindakan dan capaian
tataran pencapaian > progress penempuhan > kefahaman pengetahuan
b:Harmonisasi Keberadaan Eksistensial
Menjagalah ! Harmonisasi dalam kehidupan : vs peran eksistensial
sedaka sutta : menjaga diri & orang lain
anjali/namaste : menghormati esensi murni didalam > segalanya interconnected (orang lain adalah diri kita sendiri dalam peran yang berbeda) demikian juga alam dsb. 
Untuk layak mekarnya bunga transendental ,kemantapan akar eksistensial sila dan batang kasih universal harus tumbuh berkembang baik menunjang dahan bhavana penembusan dan pencerahan di internal dan juga ke eksternal.
c. Eskatologi Kelanjutan Spiritual
Berjagalah ! Eskatologi untuk kematian : vs bardo
Kehidupan tidak pasti, kematian pasti
pencerahan masih mungkin diusahakan kala kematian (pandangan Mahavira jainisme bukan Guru Padmasambhava Tibetan Buddhism... maaf ~ AK). 
Inilah pentingnya kemurnian brahma vihara yang bukan hanya memurnikan dana sila Dhamma Vihara sepanjang kehidupan dan (plus desana) menumbuh kembangkan potensi  tihetuka (alobha adosa amoha) yang akan juga menunjang kecakapan penembusan  meditatif  pemurnian batin Ariya Vihara dalam menyambut kematian. 
Naza
awas nimitta bhavanga 3
Bardo
proses umum non meditator : 
Sial, umumnya tidak bisa melintasi jhana brahma bardo 1 
(bardo 2 liburan kesurga ? belum cukup murni berlimpah akumulasi  deposito karma baik +  banyak tanggungan kredit karma buruk /miccha ditti ?) 
bardo 3 beruntung lahir kembali sebagai manusia atau harus terlempar  keapaya (dampak MLD) atau terdampar di alam penantian  hingga rebirth baru/ pralaya dunia ?
proses khusus meditator (mystics, Buddhist, etc) :
selamat berjuang  hingga tujuan yang mungkin lebih baik untuk bisa dicapai 
(salam dari padaparama dihetuka bagi neyya tihetuka / yogi meditator ) 
Next
jika terdampar di apaya  hidup sbg peta maka dengan upekkha kembangkan mudita (sikap apresiatif/posif atas niatan tindakan kebaikan lainnya) brahma vihara walau sulit.
jika terlempar di apaya lainnya maka dengan upekkha kembangkan metta brahma vihara ( kewajaran kosmik untuk aktualisasi kesadaran kasih universal sebagaimana kesedemikiannya kaidah impersonal transenden niyama dhamma  atas personal imanen terus berlaku walau tak butuh diakui dan tak sekedar bisa diyakini ) walau jelas sangat sulit.
jika hidup di surga hidup sbg dewa maka dengan upekha kembangkan karuna (welas asih berbagi bahagia) & potensi tihetuka (alobha adosa amoha prasyarat meditator Jalan Kwsucian); tidak  mengumbar nafsu , dusta & sengketa (issa machariya-serakah mendengki apalagi membenci tidak juga menghalangi/menyesatkan) (termasuk tridewa Mara- yama - asura atas triloka tusita ,tavatimsa,dunia ?) walau juga sulit.
Jika hidup di brahma jangan terlelap dalam kebahagiaan yang lebih dalam dari kenikmatan indrawi/kehikmatan laduni tetap terjaga,menjaga dan berjaga untuk pengembangan kelanjutannya. walau juga sulit.
Jika bisa tiba di wilayah kesadaran non samsarik alam antara suddhavasa selesaikan perjalanan pulang kerumah sejati atasi delusi mimpi citta 'aku' di halte ini.walau juga sulit.
Jika telah tiba di wilayah kesadaran non alam samsarik nibbana... congrats. Selamat atas keterjagaan dari perjalanan tidur panjang penuh mimpi. selamat datang di rumah sejati esensi murni.  
Sikapi "Kebebasan" ini sebagai kebenaran pencerahan berkelanjutan bukan perayaan ke"aku'an untuk lengah terlelap lagi. Walaupun karena magga phala meniscayakan keberadaan & tindakan kiriya yang suci (selama belum parinibbana khanda Ariya Buddha tetap tidak terbebas dari 12 dampak karmik buruk kehidupan lampauNya juga Bhante Moggalana. Bhikkhu arahata sekalipun tetap bisa melakukan kesalahan (pembunuhan serangga arahata buta, peraturan vinaya sanghadisesa merukunkan duniawi ?) walau tanpa sengaja/ tak diketahui. Namun totally,inilah realisasi dambaan neyya buddhist untuk terbebas dari dukkha .... terjaga dari mimpi samsarik. Pulang kembali ke rumah sejati. Hanya yang telah melampaui (ariya nibbana) bisa menghadapi kembali (samsara) dengan lebih baik lagi (kiriya x karma) dan karenanya wilayah samsara ini tidak lagi tepat bagi yang telah lulus/ lolos darinya. Keswadikaan nyata yang bukan hanya melampaui penderitaan namun juga kebahagiaan. (magandiya sutta)
By the way, just kidding ... ada  versi/type samsara baru di wilayah ini ? samsara ini saja yang walau hanya delusif tidak chaotik sudah cukup menyusahkan kita dalam memahaminya  apalagi layak menembus dan melampauinya. Niyama Dhamma memang cukup mantap menjaga kaidah kosmik secara impersonal transenden... namun ketidak-segeraan dampak karmik, keterlupaan memory pra rebirth terlebih lagi tampak begitu 'rea'l-nya delusif fantasi keberadaan attha pada nama figur mimpi & sensasi kebahagiaan akan rupa (sulit untuk parichedanana?) benar-benar melengahkan dan menyesatkan (dan bahkan  karena ketidak mengertiannya tidak sengaja apalagi terencana  bukan hanya tidak mencerahkan namun bahkan saling menyesatkan lainnya walaupun dengan kepolosan, ketulusan dan kesadaran ).  
Dalam senyum holistik di rupang keBuddhaanMu intuisi saya mengatakan masih ada. Namun mungkin biarkan dia tersirat sebagai rahasia. Kebijaksanaan (bukan kesempurnaan) adalah mahkota akhir bagi kita semua. Setidaknya Realitas Nibbana sebagai rumah sejati bagi esensi murni dari drama kosmik Fenomena Samsara telah kembali ditemukan dan bisa direalisasikan lagi  (walau sulit ... terutama bagi saya tentunya. padaparama diluar sasana yang masih naif dan liar. perokok berat pecandu kopi lagi ... avijja & tanha masih kuat ). 
Panna Phasa Kedukkhaan bukan tanha vedana kebahagiaan Realistics  thesisnya, keaniccaan proses perubahan bukan kekekalan masif Real antithesisnya, keAnnataan Panca khanda bukan keberadaan" figure delusif" Realize synthesisnya. Intinya kita hanya dan harus melampaui internal individualitas diri sendiri ... asava kilesha diri bukan yang lain. Itulah (mungkin... saya harus tahu malu , tahu diri dan tahu sila pada autoritas wilayah acinteya yang belum saya capai)  puncak kebijaksanaan nirvanik yang melampaui drama kosmik mimpi delusif samsara.  
Sedangkan .... maaf ini agak nekat ('gila'-istilah Khalil Gibran) tentang kesempurnaan walau saya seharusnya lebih tahu malu, tahu diri dan tahu sila pada Realitas wilayah advaita yang mustahil dicapai. Advaita Taoisme lebih menyukai istilah keberimbangan holistik untuk dinamis berkembang ketimbang kesempurnaan absolut yang sangat stagnan. Advaita vedanta dalam Brahma Vidya menterminologinya dalam istilah saguna -niskala (? saya lupa istilahnya ... sudah sarat memory otak  tua ini). Atau simple-nya (istilah pakar komputer) sistem keamanan jika berjalan 100 % sempurna maka dia (malah) tidak akan bisa jalan. Newton (semoga saya tidak salah mengingat referensi buku lama) seorang scientist namun saat itu dia mengatakan agak filosofis tentang keteraturan kosmik yang perlu "Tuhan" yang direferensikan sebagai pengaturnya (walau jika ternyata Diapun .. maaf ...tidak ada) . Buddha-pun mengistilahkan ini sebagai "ajatang, abuthang, dst " (udana ) yang memungkinkan terjadinya pencerahan diriNya sehingga terbebas dari samsara ini.(Pakar Buddhism menyatakan Nibbana adalah Realitas transendent yang Impersonal ...bukan atta pribadi atau yang bisa dianggap/ mengklaim sebagai "diri" karena magga phala pencapaian "wilayah" kesadaran diri ini harus dicapai melalui kesadaran "tanpa diri " (sakayadithi pancakhanda - diri samsarik dst) ... Susah, ya? saya sendiri bingung mau mengatakan apa. Mudahnya demikian ... anggaplah sesorang ( katakanlah A) lelah terjaga kemudian tertidur, pulas hingga bermimpi. Dalam mimpi tersebut dia memerankan figur berbeda bisa jadi multi peran dan aneka peristiwa (walau yang bermimpi A namun bukan A yang terjaga ... jadi katakanlah A' A aksen .... A yang bermimpi ). Ketika bangun terjaga dia mendapatkan  keberadaan yang berbeda lagi dengan mimpinya. Samsara bisa dipandang sebagai mimpi tersebut. Figur A' - A aksen dengan segala atribut peran mimpinya itu disebut 'diri" untuk Figur A yang real dan sudah terjaga (tidak lagi A aksen tadi). Bingung, ya .... cobalah anda ganti A dan A aksennya. (Itu hanyalah cara pandang hal yang sama namun dengan sudut yang berbeda dari tanazul - taraqqi : kejatuhan dalam keterlelapan  dan keterjagaan dari keterlelapan dst )
Intinya demikian pandangan kami tentang kesempurnaan yang tidak hanya acinteya namun advaita untuk dibahas. kebijaksanaan Nibbana mungkin adalah batas akhir yang bisa secara bijak dicapai (Buddha dan juga lainnya) dalam melampaui samsara yang tidak diketahui awalnya (secara individual ) dan kapan berakhirnya  (secara universal) ...pengakuan autentik Buddha. (mengapa ?). Ini dicapai dalam progress simultan dan berkaitan melampaui individualitas diri (eksistensial,universal hingga transendental ) 
Lantas ... bagaimanakah kesempurnaan advaita tersebut ? secara hipotetis ini baru bisa dicapai jika terlampaui tidak hanya universalitas diri (bukan individual tetapi universal ..... bayangkan wilayah nama tanpa rupa "batin tanpa materi" hanya ada Anenja Brahma, suddhavasa dan Nibbana tidak ada lagi alam dunia, apaya, surga , rupa brahma) namun juga trandentalitas diri (bayangkan wilayah dvaita nibbana  dan advaita itu sendiri tiada samsara  imanen lagi). Demikian analogi gambaran saguna -niskala mandala ini. Ini gambaran Dia yang belum terjaga dari dvaita samsara nibbanaNya. Bagaimana jika Dia terjaga dalam advaita dan melampaui nibbana (samsaraNya) ? dst. 
(Pusing ya .... karena jelas kita yang masih "ndagel" dalam peran samsarik di dunia ini tidak mungkin ada disana maka kita cukupkan disini saja) 

Eternal progress 
Kartu terakhir : Gestalt (keterpaduan holistik paska triade dialektika Hegel ?)
Tentang Tuhan : Tao - Dhamma - 
Tauhid sufism Ibn Araby  : tanzih -tasbih (

Jika kau memandangnya tanzih semata kau membatasi Tuhan.

Jika kau memandangnya tasbih belaka kau menetapkan Dia

Namun jika kau menyatakanNya tanzih dan tasybih;

kau berada di jalan Tauhid yang benar
Sufi Ibn Arabi  memandang  KeIlahian Tuhan secara Esa - utuh dalam keseluruhan. Tuhan dipandang sekaligus sebagai Dzat Mutlak yang kekudusanNya tak tercapai oleh apapun/siapapun juga (transenden/tanzih) namun keluhuranNya meliputi segala sesuatu (immanen/ tasybih) sehingga walaupun pada dasarnya Kekudusan dan kesempurnaan Tuhan secara intelektual tak terfahami (agnosis)dengan keberadaan yang mungkin terlalu agung untuk kemudian tak diPribadikan(impersonal) dan mandiri (independent) namun  kemulian IlahiahNya sering  disikapi sebagai figur yang berpribadi(personal) dan Dharma kehendakNya dapat difahami(gnosis)  sehingga  memungkinkan terjadinya hubungan antara makhluk dengan Tuhan sesuai dengan ketentuanNya (dependent).
Dalam kitab suci Uddana 8.3 Parinibbana (3) Buddha bersabda :
O,bhikkhu ; ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak menjelma,tidak tercipta, Yang Mutlak

Jika seandainya saja tidak ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak menjelma,tidak tercipta, Yang Mutlak tersebut  maka tidak akan ada jalan keluar kebebasan dari kelahiran penjelmaan ,pembentukan , dan pemunculan  dari sebab yang lalu.

Tetapi karena ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak  menjelma, tidak tercipta, Yang Mutlak tersebut maka ada jalan keluar kebebasan dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu itu.
Ini secara tidak langsung mungkin menunjukkan dua hal sekaligus ,yaitu : kesaksian akan adanya keilahian yang diistilahkan sebagai ‘yang tak terbatas” dan yang kedua penjelasan bahwa nibbana   pencerahan sebagai puncak pencapaian spiritualitas Buddhisme hanya mungkin terjadi karena adanya ‘Yang tak terbatas’ tersebut.
Tao adalah Tao - jikakau bisa menggambarkannya itu pasti bukan Tao
yin yang ? = Amor dei, Amor Fati Cinta Tuhan, Cinta Garis (Baruch Spinoza - Fredierich Nietche ) : memadukan dualitas harmony feminim & vitalitas maskulin (Amor Dei Intelectualis - Spinoza + Uebermensch Zharatustra - Nietche ?)
Penutup :
Semoga wabah corona setelah menjalankan tugasnya merehat sejenak kehebohan duniawi kita akan berlalu dan membuat kita lebih bijak dan bajik lagi dalam memandang perspektif kehidupan dan keabadian ini secara lebih meluas dan mendalam sehingga pribadi lebih terarah dan prilaku tidak lagi tranyakan karena mulai memandang dengan  tidak picik /dangkal lagi. 
Semoga semua makhluk berbahagia menerima segalanya, cukup bijaksana untuk tetap seimbang dan berimbang memberdayakan spiritualitas individualitas/ universalitas diri & lainnya dalam penempuhannya.  
Kehidupan adalah episode Drama kosmik keabadian yang perlu kebijaksanaan agar  senantiasa sadar terjaga dengan segala kemungkinan yang ada, mengembangkan keberdayaan kecakapan dan meningkatkan kebijaksanaan untuk setiap situasi dan kondisi yang terjadi ....segala kebajikan murni dijalani dan kelayakan wajar diterima sebagaimana adanya …. Menerima, mengasihi  dan melampaui segalanya tanpa perlu lobha dan dosa (karena memang tiada yang perlu terlalu  dilekati apalagi harus dibenci dalam 'dagelan' internal universal ini), tanpa perlu kesombongan dan kedengkian (karena walau berbeda dalam labeling /leveling keberadaannya segalanya berpadu setara bersama untuk melengkapi keragaman posisi pada mandala keabadian living kosmik yang sama), tanpa perlu avijja pembodohan diri dan asava pembodohan lainnya (karena akan senantiasa ada dampak impersonal transenden dari segala kecerobohan individual /pelanggaran universal yang personal imanen ) dalam kelanjutan permainan keabadian ini....bahkan jikapun akhirnya nanti ada kemungkinan mahapralaya total (seluruh mandala ini sirna karena sunyata keterjagaan atau bahkan niskala kebinasaan sentra yang meliputi segalanya). Setiap keakuan/kesombongan akan menjatuhkan, ketagihan/ ketamakan akan menjerat dan kekesalan/ kezaliman akan menghancurkan (walau mungkin bisa berakibat pada lainnya namun pastilah mengenai dirinya sendiri saat itu dan dampak karmik selanjutnya ) demikian pula sebaliknya.   

Epilog :
Demikian
Prakata : Thanks 
Bahasan : Sorry 
Penutup : Salam



Plus Hardsub Video  ?
PROLOG
Ta’aruf - Moez Masoud ?  (tugas reupload hardsub vlog:?)  Atau : Song of Sanskrit  Markandeya lullaby ?
MONOLOG
1.      Thesis : (Buddha Dhamma.)
Video Bhante Punnaji (tugas reupload hardsub vlog:: Dhammaseeker)
2.   Anti-Thesis : ( Parama Dhamma ?)Video Awaken Samadhi trailer (tugas reupload hardsub vlog:: maxwellseeker)
3.    Syn-Thesis : Quo Vadis ? (Sanata Dhamma)
Video The Secret LOA akhir (tugas reupload hardsub vlog:: teguh.qi)  (Welcome to the earth)
EPILOG
Million voices – polina gagarina  ?  (tugas reupload hardsub vlog ?)  Atau : …… ?

Wah susah ngeblog > ngeblok. 
lebih mudah buat masalah daripada bikin makalah, 
berdiam diri saja tanpa masalah ?