Rabu, 25 Maret 2020

Reload Sharing Data

Link Blog Vlog Ebook Buddhisme
Link File : Google Drive / Blog Direct ?
https://archive.org/details/@teguh_qi
I. GNOSIS = BUDDHISM, MYSTICS, WISDOM, etc
1. BUDDHISM,
Pure dhamma

BHANTE INDONESIA
MYANMAR BUDDHISM
(RUSAK ada yang kurang, dalam proses upload macet pada file Pa Auk Sayadaw - Breakthrough Meditation)
kurangnya :https://archive.org/download/myanmarbuddhism2/myanmarbuddhism2.rar
Gabungkan folder zip/rar tadi dan ekstract filenya (sesuai foldernya,koq )
sudah : Belum : LEDI SAYADAW, MAHASI SAYADAW, MOGOK SAYADAW, ASHIN TEJANIYA , BHIKKHU PESALA, OTHERS (ASHIN KUNDALABHIVIMSA,SAYADAW DHAMMASANI,SAYADAW NANDAMALA, SAYADAW U JANAKA, SAYADAW U PANDITA, etc)SAYALAY (SAYALAY DIPANKARA, SAYALAY SUSILA + OTHERS : ,AYYA KHEMA, AYYA MEDHANANDI)NOVICE : MEHM TIN MON, U HLA MYNTH, OTHERS ) juga  sudah juga 2 rar (Pa Auk Sayadaw dan Sayadaw Revata) di bawah ini)
SAYADAW REVATA
THAILAND BUDDHISM
Belum : BHANTE ( AJAHN CHAH, ANANDAJOTI BHIIKHU, LUANG POR PAMOJJO, THANISARO BHIKKHU)
FOREST DHAMMA (DICK SILARATANO, LUANG TA MAHABOWA)
BLOGS : DHAMMAKAYA : OPEN UNIVERSITY, Ebook : http://book.dou.us/dhammakaya-book-en.html
FOREIGN
AJAHN CHAH
BHANTE PUNNAJI
Blog :  SUTTA CLASS :  https://www.bhantepunnaji.com/ Proto Buddhism : http://protobuddhism.com/
Maaf  Link ini tidak berfungsi bukan karena broken tetapi kami delete. Ketika recheck download IDM ternyata ukurannya menjadi besar (2,42 GB) padahal kami upload berukuran 407 MB. Ini murni bukan kesalahan https://archive.org/ namun sepenuhnya karena kebodohan kami. (kami baru mengerti ternyata file folder jika tidak decompress sebelumya dengan ekstensi rar bisa menjadi banyak variasi file ebook sehingga kapasitasnya menjadi besar dikarenakan bertambahnya ragam varian file tsb). Sambil menunggu teruploadnya dan jadinya link rar folder tersebut  (terdiri atas :artikel, ebook  dan slides presentasi dari blog dan vlog dari Alm Bhante Punnaji dan juga Expert Novice Bro Billy Tan) link download ebook Bhante (41.4 MB) ini   
https://archive.org/download/bhantepunnaji_20200329/BHANTE%20PUNNAJI.rar
Atau langsung kunjungi link resmi Blog/ Vlog tertulis di atas. Sekali lagi mohon maaf dan harap maklum karena SDM memang sudah payah (pelapukan dalam usia senja dengan penurunan akomodasi mata, konsentrasi otak dan integrasi hati disamping jarinagan  free wifi rumah yang memang lemot dan hardware PC/NB yang terkadang sering malfungsi).  
Ini ekspresi rendah hati atau rendah diri, ya ? Ah… mungkin saja ini hanya refleksi tersirat rasionalisasi pembenaran kekurang cakapan akan kompetensi diri atau sekedar irasionalisasi pemakluman atas kekurang-layakkan atas kualifikasi postingan data ini.
EGP (Emang Gue Fikirin ?).... Lanjut.

BHANTE PUNNAJI REV
https://archive.org/download/bhantepunnajirev_202004/BHANTE%20PUNNAJI%20REV.rar
Finally, akhirnya .. walau agak ulet file ini bisa juga diupload dan siap didownload.
belum : BHANTE VIMALARAMSI, BHANTE DHAMANANDA, BHANTE DHAMMAVUDDHO , THICH NHAT HANH, etc
SRILANGKA
etc
WESTERN
Belum : AJAHN BRAHM,  AJAHN BRAHMALI, BHANTE BUDDHADASA, BHIKKHU BODHI, THICH NHAT HANH
TIBETAN
Belum : BHANTE  (DALAI LAMA, CHOGYAM TRUNGPA, GESHE GYATSO,OTHERS, THUBTEN CHODRON)
BLOGS ( ENG = PROMENIE,INA =  KADAM CHOELING)
NOVICE
ALL : TY LEE
ENG :PIYA TAN,  SN GOENKA, TINY BUDDHA, ERIC VAN HORN,FEMALE
INA : (JMB 8, ROMO SURYA WIDYA,TEDDY, ETC)
OFFSET :
Ebook Indonesia : DhammaCitta, Sariputta, Ehipasiko etc
Ebook Inggris : Buddhanet, Dhammadownload, etc
POSTING BLOG
Bahasa Indonesia : Hermanuhadi, Tanhadi, Chan Yan, Ratna Kumara, Wirajhana Eka,
Bahasa Inggris :
Lainnya
Bhavachakra
LAINNYA =ANEKA EBOOK
TIPITAKA
DhammaCitta, Wirajhana Eka,
ABHIDHAMMA
Pandit J Kaharudin(alm), Romo Rudy , DBS,
VISUDDHI MAGGA
Pali, English,Indonesia
MYSTICISM
Osho
Sant Mat Radha Soami
Yoga

WISDOM
Quotes
Secret
Advice

ICT
SOCIAL
PENDIDIKAN
1. Sample Thesis :  Thesis Magister – Formula Excel – Presentasi Power Point  - Journal Ilmiah   
https://archive.org/download/thesistqoke/THESIS%20TQ%20OKE.rar



Upload Lainnya : Link Google Drive  / Archive.org !
1. Sample Thesis :  Thesis Magister – Formula Excel – Presentasi Power Point  - Journal Ilmiah   
2. Dinas Guru :  Sample Bermutu – Garapan Daring – Dokumen 1 K13 – Formula Nilai
3. Tugas Sosial : BPD Domas - PPS Pemilu – Halaqah Imamah –

Walau memang belum sempurna seperti blogger pro namun dengan segala keterbatasan dan pembatasan yang ada tampaknya inipun sudah cukup memadai sesuai rencana ... mempermudah para seeker lainnya mengakses & download data secara bebas tidak ribet. Fikiran dan tindakan seperti gema yang akan kembali lagi ke sumbernya. Tak perlu mempersulit lainnya untuk tidak mempersulit diri sendiri nantinya.
Tinggal Klik link IDM pada webpage : Download IDM  Integration Module ( Download all link with IDM – html ). Pilih atau ambil semuanya (untuk dipilah nantinya : hikmah ilmiah digunakan - limbah sampah diabaikan ...  tanpa perlu harapan / keharusan untuk pujian ,  tidak juga kekesalan / kecemasan untuk makian ). Que sera sera pantha rei ... Apapun yang terjadi terjadilah . Biarkan semuanya mengalir apa adanya.  

Upload Sharing Data

Posting Blog
Link Blog : Teguh.Qi - Sharing Forever
Link File : Doc – Pdf  ?
1. Sumbang Saran Manajemen Netbook ( doc - pdf ) belum selesai
2. 3 Pribadi Inspiratif 2013ku  ( doc - pdf ) sudah selesai
3. Pilpres Jokowi 2014 ( doc - pdf ) sudah selesai 
4. Dhamma ? ( doc - pdf ) baru mulai 
Posting Vlog
Link Vlog : Teguh Kiyatno
Upload / Reload + Reupload
1. Bhante Pannavaro _ Dhammadhipateyya
Reload : Bhante Pannavaro _ Kebaikan Teruji dan Terpuji (Wejangan TV)
2. Moez Masoud_The Message of Islam
Reupload : fatimafrah : The True Message of Islam
3. Polina Gagarina _ A Million Voices
( Hunnan TV : 纯享版】波琳娜 Polina GagarinaA Million Voices》《歌手2019》第6 Singer 2019 EP6【湖南卫视官方HD
Reupload : Creations DIR 2 : Polina Gagarina - A Million Voices (Lyrics)
 https://www.youtube.com/watch?v=tCLubFq2PAk
4. Bhante Pannavaro_Vimutti Pencerahan Magandiya
Reload : Bhante Pannavaro _ Kebebasan (Wejangan TV)
Plus :Komentar Vlog TQ :
Magandiya Sutta (teks Pali – Indonesia ) Blog Chan Yan
Bahasan Magandiya Sutta (bahasa Inggris ) Blog Piya Tan

Minggu, 22 Maret 2020

Dhamma Cloud di tengah Wabah Corona


Antara Dhamma Dan Corona
A letter from A seeker ( Sepucuk Surat dari Seorang Seeker )
dari : disket memory Updated Parama Dharma
( 22 Maret 2020 – 29 Maret 2020 ? )


Bekerja dan belajar di rumah diperpanjang 1 (satu) minggu lagi. Antisipasi social distancing untuk mengatasi virus corona global di seluruh dunia hingga pelosok daerah diberlakukan. Hal ini membatasi kontak social dalam drama kosmik kehidupan sebagai figur multi-peran sebagaimana biasanya. Kecemasan akan terinfeksi penularan, menjadi sakit dan kemudian berujung kematian merebak di segenap pelosok negeri. Kehebohan duniawi dalam aneka ragam skenario permainannya yang biasa dilakukan berubah secara authentik menjadi kepanikan. Memang naif dan liarnya kelaziman tranyakan (keterpedayaan yang bukan hanya mungkin memperdayakan sesama namun pastinya akan berdampak kepada diri sendiri sesuasi konsekuensi logis kaidah kosmik permainan keabadian yang disebut kehidupan ini) menjadi berkurang namun arif dan baiknya aktualisasi harmonis holistik kebersamaan dan kesemestaan (keberdayaan untuk senantiasa saling memberdayakan dalam kebenaran dengan kebijakan untuk kebajikan) juga akan menjadi terhalang. Corona bisa mengenai siapa saja (tidak perduli seberapa baik/buruk karakter kepribadiannya, kuat/lemah keimanannya, tulus/licik  pengharapannya, dsb). Banyak korban berjatuhan (tewas terinfeksi, sakit tertular hingga yang disinyalir sebagai orang dalam pemantauan ODP karena kontak sosial fisik dengan pasien positif) dan lockdown karantina diberlakukan. Menjadi  realistis terhadap fenomena alamiah tersebut adalah sikap dewasa dalam merespon dan mengantisipasi faktisitas yang ada secara autentik.Saling terjaga dalam keswadikaan dan saling menjaga demi kebersamaan adalah sikap bijak dalam mengamati, mengalami dan mengatasi segala problematika kehidupan dan dilematika keabadian apapun juga ... Semoga kita semua mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan ini dan mampu melampauinya dengan segala kebijaksanaan dalam keberdayaan dan demi pemberdayaan berikutnya. 
Senantiasa ada hikmah kebenaran dari setiap kenyataan yang terjadi. Ini kami ungkapkan dengan tanpa niatan sedikitpun sebagai refleksi sikap apatis (tidak tanggap atas suasana actual dan nuansa mental yang ada) apalagi memperkeruh dan memanfaatkan keadaan demi kepentingan eksistensial diri. Seorang mistisi modern Vernon Howard ada menyatakan penderitaan adalah cara alam untuk menyadarkan kepada kita untuk kembali hidup sejati sebagaimana amanah keberadaan ini harusnya. Penderitaan yang dirasakan cukup ekstrem terkadang bisa menjadi shock theraphy yang lebih meningkatkan attensi perhatian kita yang cenderung kurang begitu responsive terlenakan keberadaan diri yang relative tampak biasa saja (kemampuan bertahan atas kesengsaraan yang wajar walaupun terkadang dengan keterpaksaan untuk ikhlash menerima).Ada yang kurang tepat dari diri kita dalam mensikapi dan bereaksi sebelumnya (mengumbar keinginan untuk memperoleh kebahagiaan dan meradang kekesalan kala belum merasa cukup/layak dalam mendapatkan) sehingga cara kita menjalani kehidupan ini menjadi tidak bijak dalam memandang secara obyektif Realitas kebenaran dibalik fenomena kenyataan yang ada. Corona yang hadir sebagai media pembelajaran kehidupan dipandang sebagai  teror yang mencemaskan tampaknya cukup mampu merobek topeng semu dari kebodohan naif dan pembodohan liar kita selama ini atas keberadaan penderitaan yang kita tutupi dalm selimut kebahagiaan. Ada dukkha tersirat dalam drama kosmik samsara ini ... perlu panna kebijaksanaan bukan hanya untuk menghadapi namun melampauinya mungkin itu makna tersirat dibalik senyum holistik sita hasitupada rupang kebuddhaan atas kesedemikian homeostatis dari delusi living kosmos mandala advaita ini. Walau dalam label eksistensial saya sesungguhnya bukanlah Buddhist (atribut keberadaan lahir /hadir eksistensial yang digariskan kehidupan saat ini) namun saya harus mengakui sangat interest pada Buddhisme. Ada keunikan yang menarik dari arus Uncommon Wisdom pandanganNya sebagai Dhamma Kosmik yang tidak mudah menyatakannya sebagai agama biasa tidak juga bahkan mistik esoteris.
Buddha menyatakan kehidupan ini tidak pasti namun kematian ini pasti namun sayangnya kita manusia sebagian besar tak tercerahkan dan menjadikan alam apaya seakan rumah baginya (semakin terjebak dalam keterlelapan mimpi chaotik samsara bukan nibbana keterjagaan sebagai ariya sebagaimana seharusnya) dikarenakan notion pandangan, frekuensi kecenderungan dan konsekuensi tindakannya. Keberadaan sebagai manusia di mayapada dunia ini memang tidaklah seindah surga Devata kamavacara atau semulia jhana moksha para Brahma, namun demikian walaupun tidaklah sekondusif wilayah antara suddhavasa tetapi keberadaan mediocre ini justru bisa menjadi effektif bagi pertumbuhan dan perkembangan spiritualitasnya jika cukup reseptif menghayati, menjalani dan melampauinya secara benar , sehat dan tepat … tidak hanyut dalam arus eksistensi namun tidak juga teralienasi..
Well, mungkin inilah saatnya bagi kami untuk berbagi bukan lagi sebagai "persona" sebagaimana figur yang seharusnya diperankan (sebagai seorang manusia yang lahir dan hadir di dunia ini dengan segala atribut eksistensial yang ada) namun sebagai sesama zenka "seeker" yang terbang menjelajahi cakrawala pengetahuan keabadian dalam kehidupan ini dengan dua sayap paradoks keterbukaan dan keterjagaan atas dualisme kenyataan menjaga keberimbangan, menjalani keswadikaan dan menggapai kebijaksanaan sebagaimana harusnya ….Sayang sekali walau mungkin cukup sarat akan wawasan pengetahuan namun sangat minim dalam penempuhan sehingga tiada layak dalam tataran penembusan yang seharusnya bisa dicapai. Ini tidak hanya membuat kami risih namun juga riskan. Apalagi bahasan spiritulitas ini tentuna akan menyerempet (melanggar ?) masalah yang bukan hanya sangat krusial namun juga sangat sensitive bukan hanya bagi para Neyya Buddhist namun juga umat agama lain termasuk (terutama?) saudara muslim kami. Disamping kami harus menjaga logika, bahasa dan etika dalam penyampaiannya tampak sangat perlu moderasi keterbukaan pengertian untuk tidak salah faham akan orientasi niatan kami dan juga sikap kritis keterjagaan penalaran anda semua jika memang ada kesalahan pandangan yang kami ajukan. Ini hanyalah kontribusi pandangan untuk memperluas pandangan kita dengan tanpa maksud sama sekali untuk meng-konversi diri sendiri ataupun orang lainnya ke suatu ajaran tertentu namun sekedar masukan wawasan untuk kembali mentriangulasikan paradigma cara pandang kita bukan hanya dalam kehidupan duniawi ini dengan segala problematika figure eksistensial kita yang multi peran namun juga demi keberlanjutan kita mensiagakan diri dengan segala keberdayaan yang diperlukan untuk menghadapi segala dilematika kemungkinan yang ada (bahkan jika itupun ternyata berbeda sama sekali dengan yang telah kita yakini dan persiapkan selama ini). Pada intinya nanti walau dalam leveling pemilahan memang perlu adanya kebaikan untuk melayakkan taraqqi yang lebih baik namun dalam labeling tidak ada yang perlu merasa direndahkan/ ditinggikan karena memang demikianlah desain keberadaan kasunyatan ini memang harusnya/nyatanya tergelar. Segalanya terlingkup sebagai aneka dvaita pelangi kenyataan dari cahaya advaita mentari kebenaran dalam living kosmos kesemestaan homeostatis tunggal yang sama … amala, avimala (prajna paramita hrdaya sutra). 
Tanpa maksud mengeluh ... virus ternyata tidak menyerang dan menyusahkan kita manusia (seperti corona ini ). Kemarin malam komputer inipun terserang virus eksternal ransomware npsk dari internet (sejumlah data file terinfeksi dan terbungkus ekstensi tambahan npsk termasuk image ghost systemnya) ... seharian (tentu saja setelah presensi dan disela kegiatan lainnya) setelah tampaknya belum bisa mengatasinya, reinstalisasi standar terpaksa saya lakukan ... Syukurlah malam ini bisa fresh lagi. Sepanjang hari dalam kesempatan tersebut saya kembali memikirkan data tersebut. Mungkin ada baiknya tidak sekedar tersimpan di hard disk internal komputer atau flash disk dan hard disk eksternal yang tersisa (tinggal 2 flash disk dan 1 HDD eksternal kecil dari banyak yang rusak tidak detect terbaca data pekerjaan, selingan dan penjelajahan untuk diselamatkan). Cloud internet mungkin adalah alternatifnya. Google Drive dan Cloud lainnya bisa digunakan sebagai media penyimpanan , sementara Blog dan Vlog bisa menjadi media penyampaian. Well, jangan irrasional ... sesungguhnya baik buruknya kita tidak ditentukan sebagaimana baik buruknya dunia (peristiwa kehidupan atau orang lain) perlakukan kepada kita, tetapi sebagaimana baik buruknya kita memperlakukan dunia (peristiwa kehidupan atau orang lain). Atthika Kamma. Walaupun tetap prihatin dengan perlakuan/kelakuan dari kejadian tersebut namun terima kasih kepada Niyama Dhamma yang telah menjadikan ini sebagai media kesabaran dan kesadaran berikutnya. Kita hanya layak mendapatkan apa yang kita berikan. Berkah potensi tersebut memang haruslah dilayakkan tidak mungkin hanya sekedar diharapkan. Dan untuk itulah saya merasa perlu berbagi (kebajikan akan kebijakan,kebijakan untuk kebajikan). Bukan dengan mengharapkan untuk kepamrihan  balasan (yang potentially sudah pasti) namun demi meniscayakan keniscayaan (yang selayaknya terjadi).  
Posting ini semula saya rencanakan untuk isi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat hingga berakhirnya kebijaksanaan distansi sosial korona yang diberlakukan pemerintah, kedinasan dan lingkungan masyarakat. satu posting dalam satu minggu mungkin sudah cukup. Namun tampaknya dikarenakan ribet dan sulitnya mengkomunikasikan mungkin harus dimoderasi untuk durasi yang lebih lama. Plus data penjelajahan bisa kami reload bagi yang membutuhkan. Mungkin harus tiga posting ... untuk artikel ini, untuk upload karya diri dan reload karya sesama .... (cloud drive untuk penyimpanan dan link penyampaian harus dibuat dulu). Baiklah secara simultan 3 (tiga) hal ini harus dilakukan. 




Sabtu, 05 Juli 2014

PILPRES JOKOWI 2014



PILPRES 2014 JOKOWI


KONSEP PILPRES JOKOWI 2014 (belum jadi)
Sabtu, 05 Juli 2014
KONSEP PILPRES JOKOWI 2014 (revisi lagi)
Kamis, 17 Juli 2014
KONSEP PILPRES JOKOWI 2014 (selesai ah)
Sabtu, 19 Juli 2014

SALAM  ˅ damai  2 JARI ˅ 1 negeri
(Amanah Kepemimpinan Nasional)
Dari Sudut Desa di Pelosok Negeri

Selasa, 06 Mei 2014

3 PRIBADI INSPIRATIF 2013ku



Prolog



Amor Dei – Amor Fati. Dua istilah tersebut sering dipertentangkan secara naïf dan liar oleh para konseptualist religius dan juga pemuja hedonis. Amor Dei (cinta Tuhan) berasal filsuf kearifan theosofi dari Baruch Spinoza sedangkan Amor Fati (cinta garis) berasal dari kenaifan filsuf eksistensialis Friedrich Nietzhe. Namun demikian kehidupan yang digelarNya sesungguhnya tidaklah selalu suram antara hitam dan putih. Hidup bagaikan pelangi yang kaya warna yang membiaskan aneka ragam paradigma kebenaran yang tersirat dari kenyataan yang tersurat. Kesejatian yang merefleksikan keaslian dan juga kesemuan, kebenaran dan juga kepalsuan tergantung dengan cara bagaimana kita memandangnya.


Disadari atau tidak sesungguhnya kita semua adalah para Truth Seeker (pencari kebenaran) dan Dharma Sekha (penempuh keabadian) yang belajar dari Tuhan - Satya Guru Abadi- melalui siapapun juga dan apapun saja dalam perjalanan kehidupan ini. Permasalahannya adalah seberapa baik kita mampu untuk senantiasa memahami kenyataan, menghayati kebenaran dan menjalani ketaqwaan pada garis cintaNya. Kehidupan dunia sesaat mungkin saja hanya memandang apa yang kita miliki dan nikmati namun demikian progress keabadian akherat sesungguhnya mengutamakan bagaimana cara kita mensikapi dan tindakan apa yang perlu untuk menjalaninya. Keberkahan in process yang diupayakan lebih utama dari sekedar by product kesuksesan yang didapatkan. Tuhan adalah Dzat Mutlak yang imanensi keluhuranNya melingkupi segala sesuatu walaupun memang transendensi kekudusanNya tak akan mampu terjangkau siapapun juga. Dunia dan akherat hanyalah terminology peristilahan bagi Fenomena dimensi yang terpilah bukanlah Realitas esensi yang terpisah. Pada hakekatnya (baik disini maupun disana - baik sekarang ataupun nanti) kita senantiasa berhadapan denganNya. Segalanya berproses, berlanjut dan juga berdampak pada saatnya.                   


Episodes


Menjelang akhir tahun 2013 lalu (saya bersyukur) Tuhan telah menunjukkan hikmah keabadianNya yang tersirat melalui hibrah kehidupan 3 (tiga) pribadi yang (bagi saya – tentu saja) sangat menginspirasi, yaitu: Moez Massoud, Joko Widodo dan Jeff Gutt. Sebagaimana kita semua setiap pribadi tersebut mengalami dan menjalani garis kehidupan mereka masing-masing. Tiga orang tersebut memang tidak berkaitan satu sama lain dan tentunya akan disikapi secara berbeda oleh setiap penempuh keabadian. Namun ada satu mandala kebenaran yang dapat dibentuk dari mozaik kenyataan dalam perjalanan hidup mereka untuk kita jadikan hibrah persepsi dan sekaligus hikmah orientasi, bahwa hidup tidaklah layak hanya dipandang secara naïf dan liar untuk sekedar menjadi, memiliki dan menikmati keduniawian belaka namun yang paling utama perlu kearifan dan kebenaran untuk senantiasa mensikapi, menjalani dan mengatasi segalanya agar berada dalam garisNya.


Berikut sharing artikel beserta referensi data dan media yang saya usahakan untuk segera saya reload dan upload dari berbagai sumber untuk anda browsing dan download.


  1. Moez Massoud : Hakekat kebersamaan, kesemestaan dan KeRobbanian.
  2. Jeff Gutt : Perjuangan Divine Phoenix Warrior 
  3. Joko Widodo : Figur Perwiro,dan Prasojo







Ad.1.


MOEZ MASSOUD = TRUE MESSAGE OF ISLAM


PRAKATA =




Moez Massoud merupakan seorang pembawa acara pada show TV dan Radio berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Dia berasal dari keluarga yang biasa saja dalam kehidupan beragama Islam. Dia masuk sekolah Amerika selagi tumbuh berkembang dewasa di Mesir dan Kuwait.


Selagi dia di Universitas, sejumlah rekannya meninggal (terbunuh?) sementara diapun sekarat karena menderita tumor. Berkaitan dengan penyakit yang dideritanya tersebut, dia bernazar kepada Tuhan : "Let me survive this and I will dedicate my life to you." (Biarkan aku bertahan hidup dan aku akan persembahkan kehidupan ini untukMu.”) Peristiwa tersebut kemudian mengubah kehidupan manjanya.  Dia kemudian mulai belajar bahasa Arab resmi dan Qur’an serta juga rajin beribadah ke masjid yang semula dikhawatirkan ibunya bahwa dia akan terpengaruh oleh kelompok extremis. Hal yang kemudian hari ternyata tidak demikian adanya walaupun dia memang sangat aktif menyebarkan nilai Islami kepada public sebagaimana yang dijanjikan kepadaNya.


Berdasarkan cara pandang yang diungkapkannya pada program acara atau wawancara, Moez Massoud tampak mendekati Islam dengan cara yang utuh namun unik. Tidak sekedar pemahaman konseptual intelek sebagaimana taqlid liberal para fundamentalis umumnya, namun juga melalui penghayatan kontekstual intuitif pada hakekat nilai Islami yang sesungguhnya (Apakah mungkin juga melalui penembusan spiritual insight dikarenakan pengalaman mendekati kematiannya ? …. Walloohu ‘alam). Terasa nuansa realisasi autentik ke-Esaan yang terpantul arif dari kedalaman tidak sekedar identifikasi artificial pencitraan yang naïf di permukaan. Dalam usia yang relative muda, dia mampu menghayati inti kebenaran (nyaris?) tanpa noda kefasikan yang bisa dan biasa memperdaya para pemberdaya awal setiap pencari kebenaran. Agama sebagaimana metoda Dharma yang lain adalah formulasi untuk realisasi diri bukan sekedar untuk identifikasi semu. Diperlukan kesadaran tinggi dan ketulusan mendalam untuk merengkuh hidayah Ilahiah dan tetap beristiqomah dalam GarisNya. Kepicikan apalagi kelicikan adalah penghalang, penghambat sekaligus penyesat utama untuk itu.


Moez Massoud antara lain menyatakan bahwa melaksanakan ritual Islami hendaklah dilakukan bukan sebagai beban kewajiban yang diharuskan sehingga hanya dijalankan dengan terpaksa sekedar gugur kewajiban atau sebagai kepatutan belaka. Ritual eksternal tersebut adalah refleksi suatu keinginan, kesadaran, ketulusan dan bahkan kerinduan internal untuk mengingat Allooh (Remember Me – inward) di kedalaman yang berdampak pada penegakan ibadah di permukaan (Establish Prayer – outward). Kearifan dan kecintaan kepada Tuhan (ma’rifatullah dan mahabatullaah) sebagai dasar murni dari segala peribadahan.


Dia juga menekankan perlunya pilar agama ke tiga, Ihsan (kemurnian hati) disamping Iman dan Islam. Ihsan adalah kesadaran diri senantiasa berhadapan dengan Tuhan di setiap saat di segala tempat (baik kini maupun nanti, baik disini maupun disana). Suatu upaya pendekatan akhlaqiyah diri secara pribadi dan sejati kepada Tuhan disamping akidah keimanan dan fiqih keislaman. Ihsan sering disisihkan bahkan diabaikan dalam kehidupan beragama pada umumnya. (Mungkin ini sebabnya yang membuat umat beragama walau mungkin bisa terbebas dari konsepsi kekafiran namun tetap bisa saja fasik dalam refleksi kehidupannya). Nilai spiritualitas actual dan global yang intens di kedalaman perlu diperhatikan tidak sekedar ritual formal saja di permukaan. Bukan sekedar pemahaman ilmu tetapi juga tindakan laku mutlak diutamakan sebagai kebenaran realisasi dan bukan sebagai identifikasi pembenaran.     





MONOLOG =


Disini saya akan melampirkan pidatonya yang berjudul "The True Message of Islam" (Pesan Sejati Islam) pada konferensi The Search for Mutual Understanding (Mencari Pengertian yang Saling Menghargai) tahun 2006. Semoga saya tidak begitu salah dengar dalam memahami maksud yang dia ungkapkan baik yang tersurat terucapkan maupun yang tersirat dimaksudkannya.





"The True Message of Islam" (Pesan Sejati Islam)
klik = Gambar Foto Di atas 
atau langsung link videonya di bawah ini 
http://www.youtube.com/watch?v=zDJVUnX0rwQ





I would like to start by …. saying something that I came to stand right next to you to make you cut the interest short (?) because I wanted to speak from my heart and not through any particular position that … this temporary world may have given me. I’m also being very challenged right now although I am a public speaker because I want to say meaning that…. is very sincere. I think sincerity is something that is very difficult and very rare commodity nowadays .. and I’m speaking for myself.


Saya akan memulai untuk …. mengatakan sesuatu sehingga saya datang mendekat kepada anda untuk menyela/menengahi pembicaraan menarik anda sekalian … karena saya ingin berbicara dari hati saya sendiri dan tidak melalui segala jabatan khusus yang …. dunia fana/sementara ini mungkin saja sudah berikan kepada saya. Saya juga sangat tertantang saat ini ~ walaupun saya adalah pembicara public  ~ karena saya akan mengatakan suatu pengertian yang … sangat tulus. Saya fikir ketulusan adalah sesuatu yang sangat sulit/rumit dan merupakan hal (komoditas) yang sangat langka saat ini .. dan saya berbicara untuk diri saya sendiri.


 I think that the very word ‘personality’ finding its root in the Latin word ‘persona’ means ‘mask’ …and I just don’t want to have a mask as I speak. and I’m hoping before we all leave ~ as I am sure all of us have already done we’ve shared our mask and trully looked at each other’s faces trying to genuinely understand what each of us on the other side truly represent.


Saya fikir inti kata ‘personalitas’ (kepribadian) ditemukan berdasarkan akar dalam kata Latin ‘persona’ yang berarti ‘topeng’… dan saya tidak ingin memiliki sebuah topeng sebagaimana saya bicarakan. Dan juga saya berharap sebelum kita pergi meninggalkan (tempat ini) … sebagaimana saya yakin kita semua sudah lakukan dengan saling berbagi topeng kita masing-masing dan kemudian sungguh-sungguh saling melihat wajah-wajah tersebut dan mencoba secara murni memahami apa yang masing-masing dari kita pada sisi yang lain sebenarnya wakilkan/ ungkapkan.   


I would like to read a verse from the qur’an in personal pursuit of inspiration for what it is I would like to say in following maybe two or three minutes if you allow me too. Those who believe in Qur’an are going to listen to it seeing what Allaah the creator is saying to them. But those who don’t don’t be abandoned. I’m not patronizing you. Just listen to it as to worship for me to listen in Him.


Saya akan membacakan sebuah ayat dari Qur’an dalam cita inspiratif pribadi sebagaimana adanya yang akan saya katakan mungkin dalam dua atau tiga menit mendatang jika anda memperbolehkan saya. Bagi yang meng-imani Qur’an (semoga) akan mendengarkannya dengan memandang Allooh Hyang Pencipta sesungguhnyalah yang berkata kepada mereka. Tetapi bagi yang tidak (mengimani), janganlah meninggalkannya. Saya tidak akan merendahkan anda. Dengarkan saja ini sebagaimana ini merupakan bentuk pemujaan bagi saya untuk mendengarkan firmanNya.


(QS Al Hujuroot : 13 )
Audzubillaahi minasy syaithoni rojiim.
Bismillaahir rohmanir rohiim
Yaa ayyuhan naasu, inna kholaqnaakum min dzakarin wa untsa ; (wa ja’alnaakum ….)
wa ja’alnaakum syu’uuban wa qobaila ~ li ta’aarofuu.
Inna akromakum ‘indalloohil atqookum.
Innallooha ‘aliimun khobiir(un).
Shodaqolloohu Robbik(a).
O Mankind, We have created you from a male and female.
And We made you peoples and tribes that you may know one another.
Surely the most honourable of you with God is the most God conscious.
God knows everything and is All aware.
Aku berlindung kepada Allaah dari syetan yang terkutuk.
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antaramu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara mu
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
Maha benar Allooh – Tuhan(mu).


A quick translation of this would … allow me to say crude because  it is  very difficult to try and interprete for you (to) believe (that it) is ultimate truth … in another language:  O People, O humanity, O mankind. We … and this is the Royal we have power ; it’s not plurality. We-God- … We have created you from a pair from male and female, and we made you into people and tribes that you may know one another …. that you may know one another.


Terjemahan cepat/singkat dari (ayat) ini .. izinkan saya menyatakannya secara kasar karena adalah sangat sulit untuk mencoba dan menafsirkannya bagi anda untuk mempercayainya sebagai kebenaran utama …. dalam bahasa lain : Wahai manusia, Kami .. ini adalah istilah keMuliaan dari kekuatan yang kita miliki bukan suatu bentuk penjamakan. Kami – (yaitu) Tuhan. Kami telah menciptakan kalian dari suatu pasangan laki-laki dan perempuan dan kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal …. supaya kamu saling kenal mengenal.


I think that I would like to leave it off saying that to me in this context Allah, God is if I am allowed to say synomyous in this context with truth, beauty, justice,and a sovereign good.  and I think that everybody here in one way or the other believes … and I’ve met pretty much everyone here …  that everybody here believes that there is something true. You wouldn’t be here if you believed that nothing can be true. and there is something beautiful one way or the other again. and there is something good because everybody has good in them, and that there is justice. But the only difference between us is how we define respectively justice, truth, beauty and good. So let me just tell you that Wallaahi by Allah I swear to you that all is semantic.


Saya berpikir bahwa saya sebaiknya menyatakan … bagi saya dalam kontek wacana ini … bahwa Allooh – Tuhan – jika saya diizinkan untuk mengatakannya sepadan dalam konteks ini dengan kebenaran, keindahan , keadilan,  dan kebajikan Utama. Dan saya berpikir bahwa semua orang di sini dengan satu cara atau lainnya percaya … dan saya telah bertemu baik dengan banyak orang di sini … bahwa semua orang di sini percaya bahwa ada sesuatu benar. Anda tidak akan di sini jika anda mempercayai bahwa tiada yang mungkin benar. Dan ada sesuatu yang indah dalam satu cara atau lainnya lagi. Dan ada sesuatu yang baik karena setiap orang memiliki kebaikan dalam mereka. Dan ada keadilan (juga). Tetapi satu-satunya perbedaan diantara kita sesungguhnya hanyalah bagaimana kita mengartikan secara berurutan istilah keadilan, kebenaran, keindahan dan kebaikan. Dengan demikian ijinkan saya untuk menyatakan kepada anda semua … Walloohi, Demi Allooh,…. Saya bersumpah kepada anda semua bahwa itu hanyalah peristilah semantic belaka .


And who sit down enough and talk we will understand one another. Ultimately everyone will see what is destined for him or her to see. But what ever it is not only will we see through the veils but we will also love one another as has happened and based on that give each other the respect that we have agreed to give each other not because anybody forced anybody but because we love each other and have become friends. Because ta’arofna and because we have gotten to know one another.


Dan bagi siapa saja yang cukup duduk dan berbicara kita (tentu) akan memahaminya satu sama lain. Pada hakekatnya setiap orang akan melihat apa yang digariskan untuknya untuk dilihat. Tetapi apapun juga kita tidak hanya akan melihat melalui cadar (secara tersamar) tetapi juga kita akan juga mencintai satu sama lain sebagaimana yang telah terjadi dan berdasarkan itu memberikan satu sama lain penghargaan bahwa kita sudah menyetujui untuk memberikan satu sama lain tidak karena sesorang memaksakan seseorang tetapi karena kita mencintai satu sama lain dan sudah menjadikannya sebagai kawan/sahabat. Karena ta’arofna (Kami telah saling mengenalkannya) dan karena Kami sudah membawanya untuk mengetahui/mengenal satu sama lain.


I think that Al – Sheik Bouti said : Rubadaratil nafiha (?). That perhaps a harmful thing can bring up benefit. I think that a lot of benefit that has come out of this and I am very happy to live in this world in this time to experience this amazing human possibility of taaruf of knowing on another and recognizing the common ground between us we all have a common denominator are numerous different. That’s all. if I can use a mathematical example.


Saya berfikir bahwa sebagaimana Al Sheik Bouti katakan : ‘rubadarotil nafiha’. Bahwa mungkin saja hal yang menyakitkan akan dapat menghadirkan suatu manfaat. Saya fikir banyak manfaat yang dapat didatangkan dari ini dan saya sangat bahagia untuk hidup di dunia ini pada saat ini untuk mengalami kemungkinan insaniah yang menakjubkan dari ta’aruf (saling mengenal) ini dan mengakui/bersaksi dasar umum di antara kita semua yang mana kita semua memiliki penyebut umum yang (tampak) berbeda ragamnya.  Demikianlah. Jika saja saya dapat menggunakan contoh (peristilahan) matematis.


May we all in hope ~ for those who are religious I say a prayer and for those who are not let just say we hope ~ … we look forward to understanding more deeply what truth is in whatever way we believe it to be living a life of beauty, living a life of truth, living a life of justice, living a life of good, and therefore living a life of harmony and therefore having serenity in our heart not living in agitation. May none of us ever be a source of agitation for one another ever again.


Semoga kita semua berharap ~ untuk mereka yang beragama saya katakan sebagai berdoa dan bagi yang tidak izinkan saya mengatakan sebagai kita berharap (saja) ~ … Kita mengharapkan untuk memahami lebih dalam lagi apakah kebenaran tersebut dalam apapun cara yang kita percayai untuk (senantiasa) hidup dalam kehidupan yang indah, hidup dalam kehidupan yang benar, hidup dalam kehidupan yang baik, dan oleh karena itu hidup dalam kehidupan yang harmoni/selaras, dan oleh karenanya (kita selayaknya) memiliki ketulusan dalam jantung hati nurani kita untuk tidak hidup dalam permusuhan. Semoga tak seorangpun dari kita yang akan pernah menjadi sumber permusuhan bagi sesamanya satu sama lain lagi selamanya.


 I thank you very much for listening and I apologize for talking too long


Saya ucapkan terima kasih banyak kepada anda untuk mendengarkan dan saya minta maaf dikarenakan (saya) berbicara terlalu lama.





Dengan segala hormat, mohon anda fahami apa yang dikatakannya baik yang tersurat maupun tersirat (dan tentu saja pada terjemahan saya juga yang mungkin agak ‘kacau’). Pemahaman kontak lisan yang sering spontan agak berbeda dengan wacana tulis yang terencana, terarah dan teratur . Perlu kepekaaan daya tanggap untuk memahami keseluruhan pembicaraan (yang tidak selalu lengkap terungkap) disamping keahlian daya tangkap atas apa yang (sanggup) disampaikan. Terlebih lagi perlu disadari bahwa suatu kebenaran absolute sesungguhnya bersifat translingual (melampui kapasitas kebahasaan kita), transrasional (melampaui rengkuhan penalaran kita) dan transcendental (melampaui keberadaan fana kita).





PENUTUP =


Massoud sering membicarakan universalitas ketauhidan cinta dan kebenaran dalam ceramahnya sebagaimana pesan di atas. Walau agak sedikit mengembang dari faham monotheisme Ilmu kalam fuqoha (Asy’ari?) ke Pan-entheisme sufistik (Araby ?) namun syukurlah masih tetap tidak tersesat ke pantheisme mistik (Al Halaj ?). Saya salut walau dalam usianya yang relative muda (30-an) namun kebijaksanaan Robbaniahnya telah cukup dewasa melampaui usianya.


Bhineka Tunggal Ika – tan hana Dharma mangrwa. (Pada hakekatnya segalanya satu adanya – sesungguhnya tiada dharma yang berbeda.) Prinsip Tauhid semacam ini memang sangat universal tersurat/tersirat pada hampir semua Dharma Wacana dan Risalah Agama di dunia ini (jika difahami, diselami dan dihayati secara utuh dengan intelek, intuisi dan insight). Katakanlah ini semacam kaidah dasar yang mengembalikan titik pandang pembiasan keragaman cahaya prisma pandangan keyakinan ke dalam satu mandala tunggal kepastian akan satu realitas kebenaran dalam aneka fenomena kenyataan. Hanya ada satu cahaya putih yang terbias dalam prisma menjadi ragam cahaya pelangi yang dipandang berbeda dan dianggap istimewa. Demikianlah Realitas kebenaran Ilahiah itu terjadi dalam aneka cara/tingkat kecermatan pandangan kita pada fenomena kenyataan yang ada dalam pandangan saya (berdasarkan pengamatan saya sebagai seeker terhadap sejumlah agama, aliran mistik , system filsafat dan kultur budaya sejak masih muda hingga usia senja ini).


Ada banyak hal lagi yang akan tumpang tindih dan tidak jelas jika semua saya utarakan di sini. Oleh karenanya saya akan menyudahinya dengan menyimpulkan pesan tersebut di atas sebagai ajakan Moez Massoud agar kita semua menyadari bahwa perbedaan cara pandang kita sebenarnya hanyalah ilusi belaka. Kesemuanya pada hakekatnya mengarah ke satu kebenaran yang sama namun masing-masing perlu saling memahami, mengisi dan melengkapi mosaic pandangannya ke dalam satu mandala kebenaran yang lebih utuh. Oleh karena itu perlulah kita semua untuk saling menghargai cara pandang orang lain dan menyadari keberadaan kita sebagai media (ayat/alat) bagi Tuhan untuk menjaga dan membina kesemuanya dengan kebersamaan, dalam keselarasan dan untuk keberdayaan semua.


NB =


Kuntu kanzan makhfiyyan fa ahbabtu an u’rafa fa khalaqtul khalqa fabi ‘arafu-ni,” (= “Aku pada mulanya adalah harta tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal maka Kuciptakanlah makhluk dan melalui Aku mereka pun kenal pada-Ku.”, Hadits Qudsi ?). Tuhan adalah Dzat Mutlak yang keluhuranNya (kuasa dan kasih) melingkupi apapun juga namun kekudusan (wujud dan DiriNya) tak terjangkau siapapun juga. Tuhan adalah wajibul wujud (Dzat dengan keberadaan mutlak) sedangkan makhluk hanyalah mumkimul wujud (Sesuatu yang keberadaannya sekedar diadakan atau bahkan bisa saja ditiadakan olehNya). Kita sesungguhnya hanyalah media fana yang sekedar memantulkan kebenaran, kebaikan, dan keindahan dimana sekedar merealisasi fitrah kerobbanian diri (mewujudkan kesadaran akan kewajaran tersebut) dengan tanpa terlalu mengindentifikasi untuk ‘memancarkan’ ananiyah nafsani maupun berdefisiensi ‘mengharuskan’ kepamrihan duniawi. Ketawadhuan dan keikhlasan memang suatu kelayakan untuk merealisasikan rasa Syukur akan kesempatan untuk keberadaan dengan rasa Shabar (istiqomah – mantap mensikapi, menjalani dan mengatasi  permasalahan yang ada sebagai sarana tarbiyah pemberdayaan diri) .
Laa Ilaaha Illallooh  – Huwa Maujud. (Al Kholq)  Tiada Tuhan selain Allooh – Hanya Dialah (yang sesungguhnya) Maha Ada. Dialah Hyang Maha Wujud dari segala keberadaan; Hyang Maha Kuasa pada setiap kenyataan ;  Hyang Maha Kasih dalam semua kebenaran. BagiNya segala wujud keberadaan, ibadah persembahan dan tujuan pengarahan.
Laa ilaaha illalloohu – Huwa Ma’buud. (Al Haqq). Tiada Tuhan selain Allooh – Hanya Dialah (yang sesungguhnya layak dan harus) disembah. Segala tindak peribadahan (zahiriah/batiniah) hanya dipersembahkan dari, oleh, dan untuk kemuliaanNya. Para arif yang sadar keberadaan dirinya sebagai pengembara keabadian sekaligus pemberdaya kehidupan senantiasa memandang baik disini maupun disana, sekarang ataupun nanti dia selalu berhadapan dengan kemuliaan, pengawasan dan perawatanNya. Dunia dan akherat hanyalah dimensi yang terpilah bukan esensi yang terpisah. Segala yang dilakukan (baik batiniah, lisan atau tindakan) akan selalu dinilai dan kembali kepadanya juga /entah disini atau disana, entah saat ini maupun nanti./
Laa ilaaha illalloohu – Huwa Maqshud. (al Baq) Tiada Tuhan selain Allooh – Hanya Dialah (yang sesungguhnya layak dan harus) dituju. Segala tindak peribadahan (zahiriah/batiniah) hendaklah dilaksanakan secara lillaah, billah dan fillah. Lillaah maksudnya hanya untuk Allaah (Rodhiyah = keikhlasan diri). Segala amalan hendaknya dilakukan hanya untuk mencari keridhoan Allah. Hindari dari kefasikan untuk men-dua-kanNya dengan kepamrihan nafsaniyah untuk bermegahan di majlis dunia yang fana. Ilallooh (untuk Allooh) bukan ilayya (untuk kebanggaanku), ilainaa (untuk kepentingan golongan kami), ilaihim (untuk kepentingan mereka). Billaah maksudnya hanya dengan Allaah (Mardiyah = Allloh meridhoi). Terhindar dari kefasikan untuk men-dua-kanNya dengan kebanggaan nafsaniyah diri untuk bermegahan di majlis dunia yang fana. Hanya dengan karunia panduan hidayah dan bantuan segala amalan usaha kita bisa terjadi. Seandainya Allaah tidak memberikan anugerah kehidupan, inayah kesempatan dan hidayah kesadaran mustahil amalan bisa dilakukan. Fillaah maksudnya dalam Allaah (Kamilah ?= ketawadhuan sejati merasa sekedar media biasa bukan sebagai figure sempurna?). Terhindar dari kefasikan akan kemelekatan diri. Tanpa kita sekalipun Tuhan sesungguhnya mampu merealisasikannya melalui media lain yang dikehendakiNya. Kesadaran Realisasi reflektif (perwujudan – sekedar media pemantulan) bukan identifikasi ananiyah (kebanggaan pengakuan untuk pembenaran) apalagi defisiensi duniawi (kepamrihan perolehan dalam kepentingan).
Yaa ayyuhalladziina aamanut taqullooha ; wal tanzhur nafsum maa qoddamat lighod(in);  wat taqullooha inallooha khobirun bimaa ta’maluun; wa laa takuunu kalladziina nasullooha fa ansahum anfusahum ~ ulaa-ika humul faasiquun; Laa yastawi ashabun naari wa ashabul jannati/h ~ Ashabul jannati humul faa-izuun. (QS 59 : 18 -20) = Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. 

Demikian kutipan ayat muhasabah Firman Ilahi; Jadi, Gnoti Seauton (Kenalilah dirimu /sebagai makhluk ?/) karena Man arofa nafsahu faqod arofa Robbahu hanya dengan mengenal diri (dengan segala keterbatasan makhlukiyahnya betapapun hebat pencapaian dan megah pengakuannya) maka kita akan mengenal Tuhan (Hyang Maha Sempurna dan SegalaNya). Ini adalah orientasi keyakinan awal dan juga realisasi kebenaran akhir. Dr. Ali Shariati melambangkan 1 adalah Hyang Esa, 0 adalah makhlukNya.  Meminjam istilah beliau ; berikut adalah paradigma kerobbanian yang menjadi orientasi awal bagi ketawaddhuan yang juga akan kembali menjadi  realisasi akhir bagi kecerdasan manusia. (*) = 1 tetap bernilai walau 0 tidak ada. 0 tidak bernilai jika 1 tidak ada. Maksudnya = Tuhan tetap ada walaupun makhluk ada ataupun tidak ada. Tuhan (kholik) adalah wajibul wujud yang keberadaanNya mutlak adanya ; selain itu (makhluk) adalah mumkimul wujud yang keberadaannya relatif adanya ~ bisa ada, bisa juga tidak ada ~ terserah dan berserah kepada kehendakNya. Tanpa Tuhan, segalanya tidak akan pernah ada. Tanpa segalanya sekalipun, Tuhan tetap ada.  Dia adalah  Hakekat yang merupakan penyebab dan kembali segala yang ada (baca: diadakan untuk mengada jadi tidak perlu terlalu meng-ada ada). (*) = 1 di depan 0 jauh bernilai dibanding 0 di depan 1 . Maksudnya = Jadilah pribadi 10; Pribadi yang mengedepankan Tuhannya diatas segalanya (termasuk dirinya sendiri). 0 didepan 1 dibelakang hanyalah bernilai 1 (satu) – ini gambaran pribadi yang mengedepankan selainNya pada kehidupan. Amaliah menjadi tak sempurna karena syirik, pribadi tidak konsisten karena terombang-ambing kepentingan duniawi/ kebanggaan berpribadi. Bahkan jika pada akhirnya yang satu (1) itu menjadi hilang, maka seluruh kehidupan kita tinggal 0 (baca: nol besar). (*) = 1 dibagi 0 tak terhingga ; 0 dibagi 1 tak berharga. Maksudnya = Pribadi yang berkarakter kuat dan cerdas adalah pribadi dengan kekuatan dan kecerdasan yang tumbuh berkembang karena ketawadhuan bukan dengan ketakaburan. 0 dibagi 1 tetaplah 0 – ini gambaran kecerdasan dan kekuatan diri dengan ketakaburan. (Lemah dan rapuh karena sesungguhnya :Tiada daya upaya tanpa izinNya.)  Namun … 1 dibagi 0 adalah tak terhingga – ini gambaran kecerdasan dan kekuatan diri karena ketawaddhuan. (Senantiasa tumbuh dan berkembang dalam keridhoan dan petunjukNya). 


Dalam pemberdayaannya (kesadaran, kecakapan, kemapanan dan ketaqwaan), sejumlah manusia mungkin saja mampu berkembang mendahului lainnya bukan hanya secara intelek (yang popular didewakan saat ini), namun juga intuisi (sayang sudah agak diabaikan sekarang) dan insight (sudah langka dan terlupakan?). 9 kecerdasan mungkin tercapai ( 3 tataran intelek =1. AQ /Adversity Quotient - ketahanan berjuang/, 2. EQ /Emotional Quotient - keluwesan interaksi/, 3. IQ /Intelligence Quotient - kepandaian kognitif/; 3 wawasan intuisi = 4. ISQ /Intelligence Spritual Quotient - keterarahan sati/, 5. ESQ /Emotional Spiritual Quotient - keihsanan ummi/, 6. ASQ /Adversity Spiritual Quotient - kemantapan yogi/; 3 penembusan insight = 7. ADQ /Adversity Divine Quotient- mukasyafah/, 8. EDQ /Emotional Divine Quotient - Mahabatullooh/, 9. IDQ /Intelligence Divine Quotient - Ma'rifatullooh/) namun demikian jika tidak dibarengi dengan orientasi kesadaran 10 maka itu semua tanpa makna. Realisasi Kecerdasan tingkat 10 (baca: sepuluh) atau orientasi kesadaran 10 (baca: satu-nol) ini mungkin yang dimaksudkan sebagai insan kamil, homo novus (New Man) atau apapun istilahnya – suatu pencapaian kesempurnaan manusia dalam keterbatasannya. Namun sebagaimana proses pemberdayaan dan orientasi ketawaddhuan sebelumnya inipun harus dianggap hanya sebagai proses berkelanjutan bukan maqom penghentian. Inilah perbedaan yang mendasar antara kesejatian pencerahan bijak seorang panentheist, keimanan sejati para monotheist atau bisa jadi pencarian murni kaum heretis dengan kesemuan ‘pencerahan’ pantheist, ‘wawasan’ agnostic, maupun ‘pandangan’ atheist. Keberkahan dan pemberkahan hanyalah dari, oleh, untuk dan kembali kepadaNya. Realisasi kebenaran bukan identifikasi pembenaran. Dalam keikhlasan bukan dengan kepamrihan. Senantiasa memberdaya diri secara berkelanjutan dalam JalanNya (sesuai fitrah yang ditentukanNya) dan tidak terperdaya setinggi apapun perolehan yang dicapainya (menurut anggapan kerdil terhadap diri sendiri maupun pengakuan semu dari orang lain). Hanya mereka yang telah menghayati surga di hatinyalah (karena hidayah kuasa kasih yang terpancar dari wujudNya telah melingkup hati hambanya - bukan sebaliknya ?) yang kemudian akan menghadirkan surga di dunia ini (memberkahi kehidupan dengan kuasa kesejahteraan dalam kebersahajaan kasih dan tidak melakukan pembenaran akan pengrusakan dan bermegah dengan kesombongan apapun bentuknya) sehingga layak mendapatkan surga di sisiNya kelak. Tanah (baca: jasad) memang kelak akan kembali ke bumi (baca: mayat) sebagaimana harusnya namun demikian cahaya (baca: ruh atau sekedar jiwa ?) sebagaimana layaknya kembali (untuk selalu menghadap) ke Sumbernya (Tuhan).

Yaa ayyatuhaan nafsul muthmainah; Irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah ; Fad khulii fii ‘ibaadii; Wad khulli jannati (Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. QS 89: 27 – 30)






Ad.2.  JEFF GUTT = THE PHOENIX WARRIOR





 
klik = Gambar Foto Di atas 
atau langsung link videonya di bawah ini 


 Jeff Gutt (Jeffrey Adam Gutt) mungkin nama yang asing bagi rekan pembaca di Indonesia. Sekedar info singkat, dia adalah salah satu peserta X factor USA tahun 2013. Memang dia ‘hanya’ mencapai runner-up berdasarkan voting pilihan mayoritas suara dalam kontes sehingga gagal meraih hadiah rekaman 1 milyar. Satu pertanyaan mungkin terlintas di benak anda: lantas apa istimewanya figure ini diekspose jika ia bukan juara pertama (walau juara ke-dua toh tetap pecundang) ?


Disadari atau tidak, pada dasarnya kita semua belajar dari Tuhan lewat apapun juga ,melalui siapapun saja. Setiap makhluk adalah truth seeker (pencari kebenaran) dan sekaligus Dharma Sekha (penempuh kenyataan) dalam hidup ini. Senantiasa ada hikmah ilahiah (yang sejati sebagai ilmu dan laku) dibalik hibrah alamiah (yang tampak samar bahkan terkadang semu) akan maksud kebijaksanaan Tuhan yang mungkin kita terima namun tidak kita mengerti. Tidak semua yang kita inginkan terwujud dalam kenyataan. Apa yang baik bagi kita belum tentu baik bagi Tuhan ; demikian sebaliknya. Hidup adalah amanah bukan sekedar anugerah apalagi musibah. Tampaknya memang ada perbedaan mendasar bagaimana dunia ini memandang dengan cara Tuhan menilai. Kita dinilai bukan sekedar dari kesuksesan yang kita terima dan miliki di permukaan, namun dari keberkahan dari cara kita men-sikapi kenyataan dan cara kita menjalani kehidupan di kedalaman. Coram Deo (Hidup yang selalu sejati dalam pandangan Tuhan) tidak sekedar coram geo (hidup yang mungkin semu dalam kelaziman duniawi) apalagi coram ego (hidup yang bisa liar dalam kenaifan diri). Dengan cara demikian kita senantiasa bisa memilah dan memilih hikmah kebenaran tidak sekedar hibrah kenyataan apalagi hijab kesemuan yang mungkin akan menyesatkan pandangan kita sebagai pengembara keabadian.


Melalui sebuah titik perjalanan garis keabadian ini (pengalaman pribadi sendiri, kejadian orang lain, dan aneka peristiwa) kita mengkaji kebenaran yang tersirat pada kenyataan yang tersurat pada hidup ini sebagai introspeksi dari masa lalu, untuk realisasi pada waktu ini dan sebagai orientasi bagi saat nanti untuk tetap selalu memberdaya diri (kesadaran, kecakapan, kemapanan dan ketaqwaan). Jeff adalah figure sederhana ke-dua yang saya ajukan, sesudah Moez Massoud dan sebelum Jokowi nanti. 



EPISODES


TAHUN 2012


Jeff Gutt adalah vokalis band dry cell dan kemudian BWNN (band with no name). Karirnya sebagai musisi tidaklah sebagaimana yang diharapkan. Kejadian tersebut sangat  mengecewakannya sehingga membuatnya frustasi dan berhenti dari kegiatan music yang dicintainya sejak kecil. Namun demikian kehadiran seorang anak (Talon) membuat single parent ini bangkit untuk memenuhi tanggung jawabnya untuk kembali ke jalur musik. 



1. Haleluyah
20 September 2012 Jeff mengikuti audisi dan membawakan lagu Hallelujah dari Leonard Cohen yang sangat unik (versi Rock bukan gospel). Salah satu audisi music terbaik yang saya dengar selama ini (disamping : Susan Boyle – UK , Choi Sung Bong - korea , dan Wudamu- China). Histeria penonton dan pujian para juri (Simon Cowell, Britney Spears, Demi Lovato dan L.A. Reid.) layak diberikan baginya. Bahkan (sekedar bercanda) Tuhanpun akhirnya menyuarakan gemuruh menyambutnya.


NB = tentang lagu Haleluyah. Haleluyah berasal dari bahasa Ibrani Aleluyah yang berarti terpujilah Tuhan (Alhamdulillaah?). Pada mulanya saya mengira ini adalah lagu gospel gerejani. Namun kemudian setelah memahami makna lirik di dalamnya ditambah sejumlah referensi, saya berpandangan lain. Lagu ini mengisahkan perjalanan hidup manusia dalam menghayati arti cinta. Kejatuhan Samson dan terutama duka penyesalan Daud atas ternodanya cinta dia kepada Tuhan karena terlena akan cinta birahi yang menyebabkan dia berdosa sebagai manusia (kisah cinta segitiga Daud, Betsheba dan Uria). Agape (cinta kepada Tuhan) seharusnya memang diletakkan sebagai pemberdaya paling utama bagi orang beriman agar manusia lebih mementingkan kebenaran yang lebih luas dan abadi (walau tidak mudah) dan tidak sekedar membenarkan kepentingan sesaat yang bersifat pribadi (walau tampak indah). Kesadaran nurani untuk tidak menjadi naïf dan liar terhadap naluri untuk tidak mudah terjatuh bukan saja perselingkuhan birahi namun juga kesewanangan insani sehingga Agape (Cinta KeIlahian) dapat menjadi benteng utama eros (nafsu birahi) dan media luhur bagi filia (cinta kemanusiaan). Bandingkan versi asli lagu Leonard Cohen tersebut dengan lagu Jeff menjelang konser amal call of Angel di station televisi 

2. Kandas di Bootcamp


Namun demikian Jeff Gutt akhirnya tereliminasi di bootcamp. Lagu duet “If I Die Young" dari The Band Perry tidak menghantarkannya lolos ke babak selanjutnya. Hal yang sangat mengecewakannya saat itu. Beberapa waktu kemudian, di Access Hollywood seorang juri Simon Cowell menyatakan satu penyesalannya adalah memulangkan (potensi sehebat Jeff) terlalu dini. 29 Maret 2013, Jeff Gutt merelease lagu "Hallelujah" melalui vimeo. Jeff sesungguhnya bukan hanya seorang pembawa lagu namun juga pencipta lagu. Stay adalah salah satu lagu yang dia cipta bersama BWNN.   

TAHUN  2013

3. Welcome Back, Phoenix.


18 September 2013 dia kembali mengikuti audisi. Lagu pertama “I Don't Want to Miss a Thing" dari Aerosmith dihentikan. Sehingga ketika diberikan kesempatan untuk mencoba lagi, dia kemudian mengajukan lagu ke-dua "Creep" dari Radiohead.


NB: perhatikan expresi kekecewaan kala Simon Cowel menghentikan lagu pertama Jeff. Kedewasaan menerima penghentian, kesantunan menerima alasan dan kesediaan mencoba kesempatan ke-dua. Walaupun agak ragu di awal,Jeff kembali menunjukkan keautentikannya mengekspresikan lagu sebagaimana diharapkan dan hasilnya sangat sensasional … sesuatu yang bahkan tidak dinyana olehnya. Pujian juri dan histeria penonton kembali mengiringi kelolosannya pada audisi tahun ini. Selamat datang kembali, phoenix ~ burung yang lahir dan bangkit kembali dari kematian. 

4. Memulai Kompetisi


2 Oktober 2013 dia kembali mempesona dengan penghayatan lagu Amazing Grace" dari John Newton melalui power voicenya. Jeff lolos bersama sejumlah kontestan lain dalam 4 kategori (Boys, Groups , Girls, Over 25 ). Di kategori over 25 Jeff berada dengan mentor Kelly Rowland eks personil Destiny’s Child.


NB: Lagu Amazing Grace mengisahkan kesungguhan pertobatan seseorang untuk kembali ke Jalan Tuhan setelah ketersesatannya.Walau singkat, Jeff menyanyikannya sangat impresif.  

5. Melanjutkan Kompetisi


Kompetisi penyisihan berlanjut. Pada mulanya lewat tayangan televisi local B-Chanel saya sesungguhnya lebih memperhatikan Carlos dari peserta lainnya (termasuk Jeff yang saat itu belum saya ketahui track recordnya). Namun sayang, penderita Tick syndrome yang sesungguhnya sangat impresif dalam berjuang ini harus tereliminasi dini.  


29 October 2013 = "Try” dari Pink


6 November 2013 = "Say You, Say Me” dari Lionel Richie


7 November 2013 = "In the Air Tonight" dari Phil Collins


13 November 2013 = "(I Just) Died in Your Arms" dari Cutting Crew


20 November 2013 = "Bohemian Rhapsody" dari Queen


Jujur saja, terkecuali untuk 2 lagu awal, secara pribadi saya kurang begitu terkesan dengan perfoma Jeff pada mulanya. Walaupun sesungguhnya dia sudah tampil maksimal untuk tampil sempurna, namun terlihat seakan dia berusaha memaksakan diri sehingga kurang impresif. Ekspresif (mungkin) ya, namun autentik (sayangnya) tidak. Simon Cowel mengkritisi secara jeli bahwa keinginan yang berlebihan untuk tampak sebagai Rock Star justru menjadi penghalang utama Jeff dalam mewujudkan potensi dirinya. Realisasi autentik yang sejati bukan sekedar identifikasi artificial yang semu diharapkan baginya. Untunglah dia kemudian kembali lolos ke babak selanjutnya untuk membuktikannya. 

6. Great Favorite


Akhirnya Jeff Gutt menemukan dirinya yang sejati sebagai universal singer melalui panduan sang mentor Kelly Rowland (dan juga kursus singkat Michael Buble).


27 November 2013 "Feeling Good" dari Anthony Newley and Leslie Bricusse


NB = Lagu Feeling good – persembahan Jeff Gutt kepada ayahnya Greg Gutt - mengingatkan saya tentang perlunya bersyukur menerima apapun juga dengan perasaan baik (The Secret – Bryan Rhodes ; The Law of Attraction).


Jeff sungguh membawakan lagu tersebut dengan sangat mantap luar biasa. Autentik, masculine, dan mempesona baik dari power voice maupun stage act. Disamping itu, saya sangat terkesan dengan perkataan Greg Gutt yang begitu tulus menyentuh sebagai seorang ayah yang sangat bahagia (dan bangga?) dengan keberadaan anaknya yang sedang berjuang di kompetisi tersebut: “Saya bukanlah orang kaya, saya tidak mempunyai banyak uang (sebagaimana juga dia – Jeff). Tetapi ketika saya menyaksikannya di pentas (pujian juri dan pemirsa) … saya (merasa) sayalah orang paling kaya di dunia ini.”

7. Great Competitor


4 December 2013  "Without You" dari Mariah Carey & "Daniel" dari Elton John


NB = Walau dari segi artistic penampilan,lagu "Without You" dari Mariah Carey lebih bagus dan memukau, namun secara pribadi (bukan kritisi seni atau komentar para juri) saya lebih menyukai kesederhanaan lagu akustik "Daniel" dari Elton John. Terdengar wajar dan tulus sebagai persembahan Jeff kepada saudara sepupunya – Dan, seorang marinir. Kelihaian permainan gitar Jeff tampak pas mengiringi lagu tersebut. Disamping itu, saya sangat terkesan dengan perkataan Dan Gutt yang begitu bijak sebagai seorang kakak (sepupu) dalam menerima keberadaan saudaranya apapun juga yang terjadi: “Jeff, tidak masalah apa yang akan terjadi (nantinya). Kamu akan selalu memiliki X factor bagiku.” Pernyataan yang sangat bijak untuk tetap menerima keberadaan seseorang apa adanya dan mengharapkan selalu kebaikan atasnya. Tak perduli berhasil atau gagal, menang atau kalah …. Keberkahan perjuanganlah yang diharapkan. Kebenaran Kasihlah yang diutamakan.  

8. MENUJU FINALE


11 December 2013 Jeff melantunkan lagi lagu favorit pemirsa Hallelujah dari Leonard Cohen; duet dengan Restless Road "Every Breath You Take" dari The Police & lagu spektakuler "Demons" dari Imagine Dragons. Bravo, Jeff.


12 December 2013 Jeff dinyatakan lolos dalam kompetisi tersebut. Lagu "Open Arms" dari Journey dia nyanyikan kemudian.

9. FINALE


18 December 2013 bersama kontestan lain Alex & Sierra dan Carlito Olivero, Jeff melantunkan lagu We Will Rock You dari Queen's. Kemudian dia menyanyikan lagu fantastis "Dream On" dari Aerosmith; "Iris" dari Goo Goo Dolls duet bersama John Rzeznik dan terakhir lagu "Creep" dari Radiohead.


Sesungguhnya malam itu secara kualitas adalah malam Jeff dikarenakan tema Rock diajukan. Lagu bersama yang dinyanyikan bersama sudah cukup untuk membuktikan kualitas ke 3 kontestan tersebut di zona nyaman Jeff. Namun jujur saja saya kurang begitu suka sequens urutan 3 lagu terakhir. Seandainya urutan dibalik kemungkinan akan lebih baik lagi. Lepas dari komentar para juri. Dream on adalah lagu rock murni terhebat yang dibawakan Jeff selama ini. Namun lagu tersebut terasa sangat menguras energi dan seharusnya justru diletakkan di bagian akhir sebagai top klimaks. (Simak dampaknya di dua lagu berikutnya yang walaupun masih tampak bagus namun tampak kurang total ‘greget’nya). Pada akhir lagu Iris Jeff agak ‘telat masuk’ sedangkan Creep walaupun lebih ‘jangkep’ dan bergaya serta penuh penjiwaan daripada ketika audisi namun akhir makna liriknya terasa kurang pas sebagai lagu terakhir seorang True Warrior (pejuang sejati). Harapan terakhir Kelly yang walau terdengar baik namun terasa kurang tepat disimak. Tampak agak mengeksploitasi Talon (yang sesungguhnya tampak tidak suka). Jeff adalah pejuang hebat yang walau mungkin layak memenangkan kontes tersebut karena keunggulan kualitas dirinya dibandingkan yang lain namun tampak kurang kuantitas mayoritas pendukung (yang pastinya akan kalah dengan dasar statistic Itunes dan terbatasnya voting para pendukung di Amerika dibandingkan kontestan duet Alex & Siera). Namun demikian hendaklah kemenangan tidak juga berdasarkan iba empati orang lain (yang pastinya salah). Bagi seorang True Hero (pejuang sejati) bukan sekedar Fake Idol (idola semu) permasalahan Benar dan tidak salah adalah hal krusial yang mendasar untuk diutamakan ketimbang permasalahan Menang atau kalah sehingga harus menghalalkan segala cara (jor-joran voting,dsb). Keberkahan sejati hendaklah diutamakan mengatasi kesuksesan yang walaupun tampak megah di permukaan namun bisa saja semu di kedalaman. (Terdengar agak naïf, lebai atau idealis, ya ? )   
        
10. RUNNER UP


19 December 2013 adalah hari pengumuman pemenang X factor USA 2013. Voting sudah ditutup.


Jeff Gutt menyanyikan lagu religious "O Holy Night" dari Adolphe Adam. Kembali ini lagu terbaik yang dinyanyikan 3 kontestan yang tersisa walau sayang tidak berarti banyak karena voting sudah ditutup. Walau saya seorang Muslim (dan Insya Allooh selalu tetap istiqomah dengan keimanan saya), namun sebagai pemerhati segala Dharma Ilahiah - saya terkesan ketika mendengarkan keindahan penghayatan suara Jeff dalam menyanyikan lagu gospel gerejani ini. 


NB : JAG Army dan fans Jeff lainnya di Detroit sangat meriah menyambut Jeff lewat tayangan televisi. Namun demikian, saya sangat terkesan dengan perkataan anaknya, Talon yang mengharukan Jeff: I just want to be like you. You're the best daddy ever," “Aku hanya ingin menjadi sepertimu. Kau adalah ayah yang terbaik”. Pernyataan yang sangat polos dari seorang anak yang memandang keberadaan dan semangat perjuangan Jeff sebagai keteladanan adalah lebih daripada cukup baginya untuk senantiasa mencintai, menerima dan menghormatinya sebagai seorang ayah … alih-alih dengan memaksakan secara naïf ‘tuntutan’ keinginan (menjadi dokter?). Menjadi pribadi yang baik sebagaimana yang Tuhan kehendaki perlu diutamakan daripada profesi apapun juga yang Tuhan akan berikan padanya kelak. (Hidup adalah amanah)


Setelah Carlito Oliviero diumumkan tereliminasi (secara terhormat sebagai pejuang yang pantang menyerah sebagaimana Jeff nantinya), Jeff Gutt tampil bersama Alex & Sierra  dengan lagu Love Me Again dari John Newman. Dalam genre lagu yang sesungguhnya merupakan zona nyaman Alex & Siera inipun, Jeff tampak mampu mengimbangi bahkan mengatasinya pada akhir lagu. Namun agak berbeda dengan kala berhadapan dengan Restless Road sebelumnya, ini tidak berpengaruh sama sekali karena Voting memang sudah ditutup dan tinggal diumumkan hari ini.


Dan akhirnya sebagaimana yang telah diprediksi sebelumnya Alex & Siera memenangkan kontes ini dan berhak memperoleh hadiah rekaman berkontrak 1 milyar (selamat !). Sementara Jeff Gutt tereleminasi sebagai runner up (A&S= 8.27 juta vs JAG= 7.9 juta suara).


NB: Terlepas dari hasil final tersebut, saya kembali harus salut kepada Jeff dalam menerima kenyataaan ini dan mensikapi “kegagalannya” ini secara lebih dewasa dan sangat positif (daripada tahun lalu ?). Kepada pemenang Alex & Siera, Jeff mengucapkan selamat dan berharap akan dapat segera membeli album mereka. Jeff juga menghormati Simon Cowell - mentor mereka – yang walau mengakui ketangguhan Jeff namun tentu saja sangat menaruh harapan pada anak asuhnya sendiri (A&S) untuk memenangkannya. Jeff juga sangat berterima kasih kepada mentornya Kelly Rowland yang telah sangat membantunya keluar dari tempurung pembatas potensi dirinya selama ini. Kepada para fansnya, dia juga mengatakan: “I owe you guys everything and I'm not going to give up," (saya berhutang atas segala dukungan anda semua dan saya tidak akan menyerah /untuk berjuang kembali).



PENUTUP  =


Tahun 2014 ini saya tidak terlalu banyak membaca perkembangan Jeff Gutt melalui media. Namun dari sejumlah pemberitaan pada Facebook dan Twitternya, dia tampak mulai kembali bangkit menata hidupnya lagi dan merintis kembali karir sebagai musisi. Merekrut crew band, tour, dan merelease promo baru. Di Youtube dia juga meng-upload lagunya sebagaimana lagu sebelumnya. Ada kedewasaan filosofis yang terasa dari tahun sebelumnya (Hope).  



Well, Dream on till all come true. Whatever it happens, always be a True Divine Warrior. (Baiklah, bermimpi/ berusahalah terus hingga semuanya akan menjadi nyata. Apapun yang terjadi, tetaplah selalu sebagai Pejuang Ilahiah yang Sejati.)





Ad.3. JOKOWI
klik = Gambar Foto Di atas 
atau langsung link videonya di bawah ini 

PRAKATA =


Almarhum Romo Mangun (YB Mangunwijaya) pernah menyatakan bangsa ini perlu transformasi tidak sekedar reformasi. Karena, sebagaimana Burung yang perlu dua sayap untuk terbang dan Manusia yang perlu dua kaki untuk melangkah; demikian juga bagi bangsa ini yang memerlukan Transformasi dan Transparansi untuk menjalani dan mengatasi kehidupannya. Transformasi adalah pemberdayaan keseluruhan diri,suatu proses metamorfosis perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Dia bukanlah sekedar reformasi,suksesi pergantian di luar namun tanpa perbaikan di dalam.(Sehingga: Walau bentuk system permukaan tampaknya berubah, namun kultur kedalaman agaknya sama saja. Tokoh berganti tetapi tetap tanpa fungsi.) Tampaknya memang Perlu Transformasi pemberdayaan yang sejati bukan hanya untuk kebaikan tetapi juga kemajuan negeri ini. Perlu Transparansi keterbukaan yang sejati bukan hanya untuk kepercayaan tetapi juga untuk keteladanan di negeri ini. Agar dengan demikian Transendensi keberkahan Robbani akan segera terjadi dan kesuksesan duniawi juga Insya Allooh akan mengikuti.


Namun demikian kita para anak bangsa agaknya terlalu naïf untuk memahami hal ini dan (bagaikan lingkaran setan ~ siklus Polybius) sangat sering mengulangi kesalahan sejarah yang sama. Ketika absolutisme demi stabilitas menampakkan dibiarkan maka tampak jelas sisi keburukan kezaliman yang membuat kita muak dan beralih kepada  kebebasan. Ketika liberalisme demi stabilitas kebablasan dan menampakkan sisi keburukan keliaran ; kita kembali muak dan beralih ke kemapanan. Demikian seterusnya terjadi di dunia ini. Manusia memang berpotensi baik (arif & asih) namun cenderung buruk (naïf & liar). Mandala kebersamaan manusiawi yang tidak berlandaskan tiga pilar transformasi, transparansi dan transendensi tampaknya memang telah digariskan oleh-Nya untuk tidak akan menerima keberkahan abadi. Rhetorika visi program walau terkemas (sangat) sempurna namun tanpa realisasi aksi tindakan yang terwujud (walau) sederhana akan percuma. Istighotsah permohonan tetap mutlak memerlukan istiqomah pelayakan agar tidak menjadi sia-sia. Bangsa ini walaupun memang secara alamiah telah terus beranjak tua namun kelihatannya tak akan pernah menjadi dewasa.


Harapan akan mitos Satrio Piningit, Noto nagoro, dan Ratu Adil semula diekspose dan diotak-atik dan dipolitisir pada waktu itu. Wah .. tidakkah kita sadari bahwa tokoh tersebut adalah seluruh putra bangsa. Karena bangsa ini hanya akan bangkit untuk menjadi baik dan maju jika semua putra bangsa (tidak hanya satu satrio atau ratu adil saja) terjaga untuk memberdayakan diri dan bangsanya. 


EPISODES =


Semula saya akan mengutarakan Jokowi - tokoh unik dan aneh (istilah Abraham Samad) baik ketika dia menjabat sebagai wali kota Solo dan gubernur DKI jaya. Saya merencanakan akan menuliskannya bahwa pejabat public yang “Genah tapi Nglumrah” (karena konsisten blusukan bukan pencitraan hanya untuk memikat saja?) – “Mantep tanpo anggep” (potensi tidak sekedar ambisi) dan memandang tugas jabatan sebagai amanah keberkahan bukan musibah kerepotan atau anugerah kewenangan sesungguhnya bukanlah pribadi yang unik dan aneh jika dipandang tersirat dari kedalaman tidak sekedar yang tampak dipermukaan. Politik tidaklah sesuram kutipan pandangan akademisi ataupun intrik kekuasaan politisi birokrasi sebagai sekedar conflict of interest yang dibenarkan untuk kekuasaan belaka. Tidak ada yang salah dengan istilah ‘dharma’ apapun juga karena kesalahan umumnya dilakukan oleh pelaku dalam memandang dan bertindak. Kemasan sistem yang baik bisa saja buruk jika kultur pelaksanaanya tidak baik dengan tidak mementingkan kebenaran namun hanya membenarkan kepentingan saja. Dengan akalnya manusia bisa menjadi mulia dengan 'ngakalke' pemberdayaan bagi dirinya dan kebersamaan secara sadar dan tulus namun dengan akalnya juga manusia bisa menjadi nista dengan 'ngakali' dirinya sendiri dan orang lain secara picik dan licik. Konteks Ihsan Coram Deo (merasa selalu berhadapan dengan Tuhan yang begitu jeli mengawasi bukan saja sebatas pencitraan di permukaan namun hingga lintasan batin di kedalaman) memang mutlak ditekankan ketimbang coram deo (pencitraan duniawi karena merasa hanya berhadapan di dunia ini saja saat ini) apalagi hanya coram ego (pengumbaran nafsu diri untuk berkuasa dan memperdaya sesama). Rela berkorban (waktu dan tenaga) di Jalan AmanahNya bukan tega mengorbankan (kesejatian diri dan orang lain) perlu disadari mereka yang 'terpanggil' menjadi pemimpin bangsa bukan penguasa belaka. 


Namun demikian terpaksa saya harus menunda sementara ini dikarenakan keberadaan 'mas' Jokowi menjadi kandidat di Pilpres mendatang. Agak sungkan menuliskannya dalam waktu ini karena bisa saja walaupun saya hanya ingin mengajukan sisi kemanusiaannya saja (sebagaimana dua pribadi sebelumnya) namun artikel ini bisa disalah-tafsirkan sebagai kampanye politik.


PENUTUP =


Tentang Jokowi mungkin akan saya utarakan lain kali saja. Sementara ini biarkan saja orang lain baik yang pro dan kontra (sekedar kepentingan politik bukan untuk perhatian sisi kemanusiawiannya ?)  yang membicarakannya. (Tasamuh atau Taqiyah = toleran menghargai hak berpandangan orang lain walaupun mungkin tampak berbeda namun semoga saja tetap tersampaikan dengan Haq - Sunni ~ Syiah) 




EPILOG =


Membicarakan kebaikan (bukan mengidolakan) orang lain sebelum tiba saatnya dia berada dalam situasi dan kondisi negatif dalam kehidupannya (tidak sekedar pada situasi kondisi positif belaka) bahkan hingga menjelang akhir kematiannya sebetulnya beresiko juga. Karena manusia walaupun berpotensi baik namun juga cenderung buruk. Bisa saja yang kita puja sekarang akan kita cela pada masa mendatang karena kekhilafan (keburukan dan kesalahan yang bersifat pribadi bukan semata kemalangan atau kegagalan yang bersifat kompleks) selalu saja akan bisa terjadi. Nobody but God is perfect.


Namun demikian, sebagai seeker pembelajar kehidupan kita memang harus selalu membiasakan memandang sesuatu secara berimbang dan tidak berlebihan (Istilah orang jawa = 'ora gampang ngentahke /ora langsung mandheke' = tidak mudah mencela, tidak segera memuja ~  seperti kezaliman kaprah yang menjadi kelaziman lumrah saat ini). 
Setiap pribadi yang berperan dan segala peristiwa yang berlangsung adalah ayat media pembelajaran dari Tuhan untuk memberdaya kita sebagai pengembara keabadian yang melintasi kehidupan dunia ini sesuai dengan amanahNya.  Diberkahilah bumi kebersamaan ini atas kehadiran mereka (yang baik tersirat atau tersurat , langsung ataupun tidak) yang memuliakan Dharma Tuhan melalui persepsi dan refleksi kehidupannya pada lintasan garis samsara perjalanan keabadiannya yang senantiasa berhadapan dalam pembelajaran dan pemberdayaan Tuhan di sini ataupun di sana , saat ini ataupun nanti).



Wasalam